Langsung ke konten utama

KERJAKAN ATAU LUPAKAN (flashback 14 hari)

 

Namanya juga siswa, apa-apa belajar. Datang ke sekolah untuk belajar, pulang ke rumah juga untuk belajar. Gak cuma siswa, manusialah, semua ya untuk belajar.

Tapi pernah gak sih ngerasa jenuh punya pekerjaan rumah (PR) yang banyak dari guru?

Pasti pernah ya, tapi pada akhirnya toh kita ujung-ujungnya juga ngerjakan tugas dari guru kan? Sadar ga sih, kalau kita itu banyak melawannya, banyak gosipnya, banyak ngeluhnya, uda nyerah 'udah, gak usah kerjain'. Tapi kita kerjain juga haha. Ternyata, kita masih takut hukuman.

Jenuh sama tugas itu wajar lah ya, jenuh belajar juga wajar, jenuh sekolah juga wajar, jenuh kerja juga biasa, semua kejenuhan itu adalah wajar. 

Balik lagi, sewajar-wajarnya jenuh itu datang, kita ini masih bisa selesaikan tugas-tugas itu gak? Jenuh itu urusan kita sama diri kita sendiri, pelakunya adalah kita, korbannya adalah kita, dan obatnya harusnya juga kita.

Nah karena kita mungkin uda ada yang mendudukkan diri di bangku sekolah, dari TK-SMA, pasti punya cara masing-masing menghadapi tugas sekolah yang numpuk. Dan ya di sini saya cuma bahas 2 cara, ini saya terapkan dari dulu, dari balita mungkin.

1. KERJAKAN

Dapat tugas dari sekolah, ya intinya dikerjakan. Tapi bingung kalau tial hari ada tugas? Caranya ya tetap kerjakan! Senin-Sabtu kita sekolah, setiap hari pula ada PR, caranya cuma satu, kerjakan! Gak ada cerita itu tugas selesai kalau cuma didiemin, di pim-pim-pom biar keisi sendiri.

Dulu, saya orang yang serius banget kalau uda urusan sekolah (garis bawahi, sekolah ya, bukan kuliah). Ada tugas hari ini, dikumpul minggu depan, ya tugasnya dibawa ke sekolah, di sekolah kita kerjain, biar di rumah bisa nyicil tugas lain. Biar gak kejadian dapat tugas rumah, malah dikerjain di sekolah.

Deadliners? Saya rasa ini gak efektif untuk diterapkan siswa. Karena gini, masih siswa aja uda mau gitu, apalagi gede nanti? Memang kaum deadliners itu pilihan, tapi pasti jadi tergesa kan? Ujung-ujungnya kita jadi gak serius ngerjain tugas.

Guru itu kira-kira ngasih tugas untuk apa? Ya untuk siswanya biar bisa ngulang mata pelajaran di rumah.

Jangan mau jadi siswa yang males sejak dini lah. Gak baik akibatnya. Saya mulai males sama urusan tugas itu pas kuliah, tau kenapa? 

Karena saya nyoba-nyoba ninggalin. Gini-gini, awal-awal cuma nyoba, loh kok enak, coba lagi besok, loh kok makin enak. Yauda akhirnya selama kuliah gak pernah bener-bener serius sama tugas. 

Jadi dikadik, jangan coba-coba males. Walau sekali, dua kali, karena besoknya mungkin gitu-gitu lagi. Jadi ya kerjakan aja tugasnya.


2. LUPAKAN

Males ngerjakan tugas? Yaudah lupakan.

Eh sebenernya gak males ngerjainnya, cuma gak paham aja. Yaudah lupakan.

Sederhana sebenernya, jangan maksa banget biar otak kita paham sama mata pelajaran. Tau sendiri la yakan kalau yang maksa-maksa itu gak enak ngejalaninya. 

Nah tapi tanggung sendiri akibatnya. Contoh nih, ada dapet tugas dari guru Fisika, susah banget, tapi kita gak mau ambil pusing untuk tugas ini, "Gampang kok! Tinggal nyontek aja besok" celetuk kita saat itu. Yaudah mau gak mau kita nyontek biar aman aja gitu. Dan ya setelah itu ujung-ujungnya kita gak paham sama tugas itu.

Atau pas ada tugas, lebih milih gak usah ngerjain. Karena mikir lebih baik kena hukum daripada capek ngerjain, terserah sih. Berarti kita dah ngelupakan.


Urusan tugas, cuma ada dua. Kerjakan atau tinggalkan. Selesai.


#hukumankawalan #tautannarablogmei #ngeblog15hari


Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Tidak semudah itu, anak muda. Melupakan tugas, menghancurkan nilai, membuat diri dihukum, bahkan bisa berujung tidak naik kelas. Hukumannya sebentar, malunya selamanya. 😂

    BalasHapus
  3. Isma SMA bukanlah Isma Kuliah.

    BalasHapus
  4. Kkkk kerjakan lupakan pilihan terbaik saat ujian malah

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...