Langsung ke konten utama

BUKAN JODOH

Sebenarnya kemarin nulis tema ini gak pake mikir. Karena gak bakal ngira bakalan kedapetan paket ini. Dan tautan ini, gak bakal dibagi ke orang-orang, jadi gak perlu khawatir untuk liat orang, karena pasti cuma dikit yang liat wkwk.

Oke, namanya Man (ini aja samarannya biar keren). Masa sekolah siapa sih yang gak pernah ngerasa "gue suka sih keknya sama dia" Atau apalah. Ya apalagi sekolahnya sekolah umum. Dan ya, Man ini masuk ke pikiran saya (izinkan saya alay untuk kali ini).

Waktu itu kelas 11, itu murid baru. Dan uda deket sama Awal dan Ellen. Lagi jalan pulang sama mama, mampir ke tempat gitu. Ada cowok ni pake baju SMA, kok adem mukanya. Dan ga salah lagi, pasti anak rohis. IPA berapa dia ya?? 

Mulai sibuk nyari tau sendiri, tapi gak nemu. Setelah berminggu-minggu barulah berani tanya ke Awal, dia siapa. Cuma manggut-manggut. Rupanya dia bukan kelas 11, tapi kelas 10. Dan rupanya lagi dia bukan anak rohis, tapi nasrani. Gila!!

Uda terlanjur suka woy mana bisa diilangin tiba-tiba. Malah Awal uda langsung yakin lagi. Kalau saya suka sama dia. Sialnya, ini orang si Liya namanya kelas 3 jadi sebangku saya. Liya ini tetangga Man. Sht!!!

Makin hari bukan makin gak suka, tapi makin suka. Momen memalukan adalah ketika lagi cabut kelas sama Liya, beli roti srikaya, coklat, jajanan lainlah, dan Liya langsung ngerampas plastik itu. Rupanya..

Dia kasih ke Man, katanya "dari kak Isma untuk makan siang Man". Bodoh!!

Mau diletak di mana muka ini sebagai wanita yang terlihat teduh. 

Ah apa peduli, Man juga bodo amat. 

Bodo amat?

Tapi kok malam nya dia kirim pesan, "Malam kak Isma, ini Man. Makasi ya kak rotinya hehe". What? Ragu ngebales, apa ini ulah Liya yang iseng atau gimana. Akhirnya dibales juga. Berlanjut pula sampai ke BBM. Wkwk

Dua tahun juga rupanya diam-diam suka lirik Man, dua tahun juga rupanya sering bilang, "Jumpa sini berarti jodoh". Dan akhirnya jumpa:) tapi gak mungkin berjodoh sih. Dua tahun juga akhirnya sadar, kalau ini bertepuk sebelah tangan.

Salah menempatkan rasa, salah mengendalikan rasa. Pernah ngerasa bener-bener berjodoh, pas tau rupanya kelahiran dia cuma beda sehari sama saya, tahun yang sama bulan yang sama, cuma tanggal yang beda. Saya 22, dia 23. Jodoh? Gak mungkinlah.

Masuk kuliah, harus lebih dewasa, harus pinter-pinter suka sama orang, harus bener-bener bisa jaga hati. Soal Man? Allah Maha baik, Allah bantu saya.

Lagian beda agama, enggak terlalu penting kayaknya kalau mempertahankan rasa.

Dari Isma yang dulu saya belajar, kalau apa yang kita inginkan gak tercapai, walau uda berjuang, gak perlu khawatir. Itu bukan akhir dari segalanya. Apalagi perihal rasa.


Tapi btw kok sampek sekarang gada suka sama orang ya wkwkwkwwk. Yaudah gitu aja. Btw, rahasiakan ini bisa?


#hukumankawalan #tautannarablogmei #ngeblog14hari

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...