Langsung ke konten utama

TUTORIAL MENDAKWAHI TEMAN VERSI MILENIAL

 Hendaknya kalian berdua ucapkan perkataan yang lemah lembut, mudah-mudahan ia akan ingat atau takut kepada Allah (QS. Thaha: 44).

Beberapa kali saya sering nulis soal teman yang suka nyindir di medsos. Kali ini serupa, kata mendakwahi sepertinya cocok dipakai. Karena melihat berdakwah juga kewajiban muslim, dan ya tinggal lihat caranya aja.

Sebelumnya mohon maaf ya, di sini saya mungkin berdakwah (menyeru, mengajak), tapi minim pengalaman. Unzhur ilaa maa qoola walaa tanzhur ilaa man qiila, gitu aja kali ya. Saya cuma ngangkat ini dari keresahan saya, teman, dan orang-orang lain.

Gini-gini, sebagai kasus, ambil contohnya ada temen kita yang ada ni tingkahnya gak sesuai lah untuk seusia dia, atau penampilannya gak kayak seorang muslim, atau omongannya gak keliatan kayak yang dicontohkan Nabi, yaitu lemah lembut, coba kita jangan langsung menghakimi dia. Jangan jatuhkan dengan kalimat yang menyakiti dia.

Loh jadi gimana nih mau ngingatkan dia kalau itu salah?

Ada kok tipsnya. Bisa baca soal Adab-Adab Dalam Menasehati Klik di sini. 

Kalau versi saya pribadi, adalah dengan pendekatan zaman milenial.


1. Jangan Sindir di Media Sosial - Solusi : Ngomong Langsung

Bosen ya ada larangan jangan tukang sindir terus. Emm loh kan, Innamal a'malu binniyat. Iya saya tau, niat kamu tu baik nyindir dia karena mau dia liat status kamu. Biar dia itu sadar gitu kalau itu salah, tapi gaes asli ya itu cara yang menurut saya bisa menimbulkan asumsi-asumsi banyak dari semua pengguna medsos yang liat status kamu.

Memang tujuan kamu bukan dia, tapi kalau ternyata ada orang lain yang ngerasa kesindir? Bisa jadi, dia langsung nghiden kamu dari statusnya loh. Bahkan ngeblokir.

Atau gini deh, sebelum nyindir uda ngomong langsung belum ke dia? Uda ngchat dia pribadi belum? Kamu belum tabayyun tapi kamu uda main sindir. Parah gak tuh?


2. Pakai Cara Teman

Cara teman gimana? Caranya gini, nyantai aja kali nasehati temen, jangan langsung ngirim ayat-ayat quran, hadits-hadits, asli kamu nyeremin.

Itu baik, bagus banget malah. Tapi sebentar, enggak semua orang mudah disentuh hatinya kalau gak pakai pendekatan seorang teman.

Kita ambil contoh kasus di atas, temen kita gak pakai jilbab padahal dia muslim. Terus kita langsung ngchat dia, 

"Kok gak pakek jilbab juga si? Haram lo hukumnya kita gak pake jilbab, sama aja kita kaya narik ayah kita ke neraka."

Mungkin ada yang ngerasa takut, ngerasa "iya juga ya", dan ada juga yang ngerasa, "kok sibuk kali si dia?". Apalagi ni, kamu bukan temen deketnya yang sering chatting sama dia. Wah gawat kamu, wkwk.

Coba pakai cara temen nongkrong gitu loh, "Adoh cantek kalila, calon istri siapala ini nanti. Bangga kali suaminya dapet istri kekgini, tapi ku tengok kok keknya kau cantik.an pake jilbab la". 

Gimana? Apa dia langsung ngerasa males bales chat kamu? Itu awalan biar kamu ambil hatinya, ambil kesempatan biar dia nyaman dulu nih chating sama kamu. Setelah uda bincang agak lama, kalau kamu mau nasehati dia, dengan cara baik, gak ngehakimi, gak langsung ngurus neraka surga dia, insyaAllah dah dia bakal kesentuh hatinya.


3. Jangan Maksa

Dakwah itu, mengajak orang, menyeru, melakukan kebaikan, dengan cara yang lembut, bukan dengan memaksa. Plis stop paksa temen kamu untuk jadi ahli ibadah kayak kamu.

Dekati dia dulu, ajak ngaji bareng, pelan-pelan caranya, pelan-pelan. Jangan main "Kamu itu harus ginilo. Kamu itu dosa tau gak gini, kamu jangan gitu lagi ngapa". Dia gak nyaman ntar sama kamu.

Dan ya, kamu sudah menyampaikan, urusan diterima dia atau gak, itu urusan dia sama Allah. Tugasmu selesai tanpa harus ke tahap memaksa dia seperti mu.


4. Doa kan

Jangan-jangan ni, kamu sering bilang, "ku doakan la kau dapat hidayah ya, biar gak mabok-mabok.an lagi kau", kamu sebenernya cuma ngomong doang? Gak kamu buktikan dengan beneran doain dia.

Saya yakin sih, kita semua yang sering bilang mau ngdoakan, atau bahkan gak terucap mau ngdoakan, kita uda sering doakan dia bener-bener. Gak main-main.

Semoga doa-doa baik itu balik juga ke kita, aamiin.


Itu dulu lah ya. Saya rasa cukup, sejujurnya kalau saya ada kekhilafan, kesalahan atau gimana, kalau saya disindir atau diperingatkan di hari berikutnya, saya gak masalah sih. Karena mungkin ga nimbulkan asumsi dari orang-orang lain, kalau di saat bersamaan. Paham kan?


Begitulah, sekian dan maaf.


#30haringeblog

#blogjanuari

#blog19



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...