Langsung ke konten utama

TIPS JADI PENULIS BUKU UNTUK ORANG MAGER

 

Sadar atau gak, kita semua bisa jadi penulis buku. Tergantung kita mau gaknya untuk mulai.

Kalau punya mimpi yang terbesit mau jadi penulis buku, jangan sepelekan, gas aja terus. Walau 2 tahun berikutnya baru terkabul angan untuk nulis buku.

Apalagi untuk orang yang susah berkomunikasi, menulis itu kegiatan yang wajar dan rekomendasi, bisa baca di sini, artikel tentang menulis.

Terus, kalau mager gimana? Bisa jadi penulis? Jawabannya bisa banget. Walau kerja mu 24 jam di rumah cuma sebatas makan tidur salat mandi kerjaan seadanya, coba tambah kegiatannya dengan nulis. Selesaikan 1 naskah buku.

Kok gampang banget ngomong?

Karena uda terbukti, saya pernah menulis naskah yang isinya cuma 25 halaman, dan dijadikan pdf, dibaca gratisan sama orang-orang, dan menulis lagi sekitar 45 halaman, dibaca gratisan, itu nulis karena gabut. Dan ya dengan posisi sambil rebahan.

Bahkan, nulis blog juga bisa dijadikan buku utuh, coba deh satuin tulisan kamu, udah berapa halaman selesai?

Kesulitannya ada???

Ada, setiap apa yang kita lakuin, pasti ada nemu kesulitan. Salah satunya, KALAU KAMU NUNDA TERUS. Itu masalah paling fatalnya. Coba dah pake cara di bawah ini. Semoga bisa jadi motivasi bagi orang-orang mager untuk bisa nulis buku.


1. Sediakan Note Hp (Aplikasi WPS)

Ini untuk mempermudah proses si mageran dalam menulis, kita bisa pake ini seadanya. Sambil rebahan, mulai eksekusi. Gak ribet, jangan dulu mikirin tata letak yang berantakan karena ngetik di hp. Kalau mau perfek, langsung aja di laptop. Oh ya lupa, kan mageran, pake hp aja dah.


2. Jangan Langsung Jadi Editor

Gak usah ya habiskan waktu untuk ngedit naskah duluan. Masih 3 paragraf tapi uda main hapus aja. Bisa gak sih lanjut aja? Jangan dulu jadi editor di tahap menulis.

Pakai metode lambat tapi tepat. Outline - Nulis - Edit - Terbit. Dan proses ini juga butuh waktu lama. Jangan fokus ngedit naskah kamu, belum kelar, kelarin dulu. Jangan ribet.


3. Rajin Baca

Baca buku juga mager? Baca tulisan orang males? Terus siapa guru kita dalam menulis? Mau kamu pelatihan kepenulisan di mana aja, rekomendasi mentor nya tu ya pertama harus suka baca. Jangan langsung cari penulis yang mereka nulis tapi ga suka baca. Itu lain cerita. Mereka itu bisa membaca keadaan, udah paham gimana caranya ketatabahasaan, sastra, dan ya segala macam alur.

Rajin baca aja dulu, saya orangnya mager juga kok. Tapi cuma buku yang saya percaya selama saya mager di tempat tidur, karena untuk main hp aja terasa sia-sia. Baca buku lah nak, gak sia-sia kok ya.


4. Mulai

Bisa gak mulai aja dulu? Gak usah ya repot-repot mengkhayal mau jadi penulis tapi mulainya aja susah. Dari semua tips tadi, endingnya di sini nih. Kalau kamu gak juga mulai, yaudah untuk apa semua ini. Untuk apa capek-capek kamu punya rancangan mau jadi penulis. Helo kamu pikir nulis buku itu semudah kamu nulis status watsap?

Cari dulu apa motivasinya nulis, kalau uda jelas dan pasti, yakin aja dulu. Yauda mulai. Jangan banyak cerita mau nulis. Tapi mulainya aja gak pernah.

Saya geram juga ya sama orang-orang yang sering anggap remeh tulisan dari penulis, bilang nulis gitu doang aja bangga, nulis gitu doang, tulisan kok gitu kurang belajar. 

Coba nih ya kamu melek, kamu uda nulis kayak mereka belum? Tuh kan saya ngamok. Miris liatnya, suka banget nyepelekan orang, jatuhkan mimpi orang, padahal dia masih 0. Omong doang gak guna pak buk.


Astaghfirullah.

Yok lah nulis, orang orang mager, yok mulai nulis. Percaya aja kita bisa. Tapi, jangan kebanyakan mager lagi. Kamu butuh keliling desa untuk lihat, untuk mengamati, untuk belajar, untuk mengenal banyak hal. Kamu butuh banyak referensi untuk nulis. Dan gak akan kamu dapatkan referensi itu kalau kamu terlalu mager. Gimana? Sepakat kan? Semoga sih ya.


#30haringeblog

#blogjanuari

#blog20

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...