Langsung ke konten utama

TIPS BERORGANISASI BIAR GAK CUMA NUMPANG NAMA

Kamu anak organisasi? Apa tujuanmu mau berorganisasi? Apakah karena ingin belajar, menambah pengalaman, nyari teman, atau cari perhatian? Saya rasa kalau orang ditanya kenapa mau gabung organisasi, jawabannya yang terlontar itu karena ingin belajar. Alhamdulillah jawaban yang membikin lega memang. Ternyata banyak orang yang ingin belajar di bumi ini.


Tapi faktanya gimana?

Ternyata, banyak orang yang berorganisasi, atau ikut kegiatan relawan, cuma diem di tempat. Kok bisa? Di sini kita akan bahas.

Jadi jenis orang berorganisasi ada banyak, di antaranya si kaum rajin dan amanah, kaum ikut-ikutan, kaum yang bergeraknya pas disuruh aja, kaum yang diem dari pertama gabung sampek akhir kepengurusan, dan bahkan ada yang kaya kenangan manis, muncul sesukanya, pergi semaunya.

Kamu yang mana?

Nah berhubung kita gak perlu ceritain semua, jadi kita bahas yang urgen aja nih, yaitu kaum yang diem-diem, dan kaum yang ilang timbul. Kenapa? Karena kaum-kaum begini ni yang pada akhirnya akan dianggap orang sebagai "numpang nama di organisasi".

Saya gak meremehkan beberapa kaum, saya juga bukan orang yang gimana kali di organisasi, bahkan saya ada banyak dosa di organisasi yang saya ikuti, tapi saya punya cara biar kita ga dibilang "Alah Isma itu numpang nama ajanya di organisasinya itu".


1. LANGSUNG SOK KENAL SOK DEKET (SKSD)

Demi apa, sependiemnya kamu, kalau kamu masih anak baru di organisasi, kamu diem aja, gak bakal tau apa-apa kamu. Seriusan saya.

Mulai aja SKSD kalik, gak masalah, tapi pakai la cara yang cantik, jangan caper gak jelas, bukan bikin orang jadi pengen ngajarin kamu banyak hal, malah bikin orang ilfil.

Mulai dengan tanya-tanya jobdesk ke atasan kamu, kalau kamu memang ada yang belum paham soal jobdesk, diskusikan aja. Jadi ramah ke banyak orang, dengan komunikasi yang bagus.

Mbak, kamu ramah aja belum tentu dikenal, apalagi sombong?

Loh isma, tapi kemarin bahas soal, untuk apa minta dikenal, untuk apa sebuah pengakuan. Jawabannya gini ya gaes, beda kasus. Mangkannya pakai teknik gimana caranya SKSD, ini bukan menunjukkan kamu lebay, over, heboh, tapi menunjukkan kamu mau belajar.

Dan satu lagi, alasan kamu SKSD bukan karena kamu mau diangkat di sebuah jabatan ya:)) tapi sebagai bahan kamu, kalau kamu bener-bener paham sama bidang itu.


2. RAJIN KUMPUL / NIMBRUNG DI GRUP

Jangan jadi sok cuek ya, kalau kamu memang bener-bener cuek, ya setidaknya kamu rajin datang di rapat. Kalau gak bisa itu izin yang jelas alasannya. Jangan mengusahakan diri biar memang gak bisa datang rapat, atau join di rapat online.

Kenapa harus nimbrung di grup? Ini untuk memastikan, kalau kamu itu anak organisasi di grup itu juga. Jadi orang mikir "ini anak aktif ya. Siapa si dia". Penasaran orang sama kamu, dan ya usaha untuk kamu nambah temen berhasil.

Jangan datang pas ada kegiatan aja ya, pas rapat, di grup, kamu gak aktif, eh tau-tau pas kegiatan ada. Apa gak kaget tuh panitia lain wkwkwkwk.

3. TANYA KE DIRI LAGI

Coba tanya lagi ke dirinya sendiri, sebenernya mau ngapain si gabung organisasi. Serius saya, kalau kamu memang ada niat mau ngubah idup kamu, pengetahuan kamu, pengalaman kamu, kamu pasti bakal berusaha, gimana aku harus mencapai itu. Bukan malah diam, hey itu bukan usaha wahai manusia.

Kalau awalnya kamu cuma penasaran, tiba-tiba jadi nyaman. Fix, kamu hebat. Bisa ngubah niat awal yang tadinya cuma pengen tau, malah jadi ketagihan.


4. BERHENTI ATAU LANJUT

Dulu saya mengibaratkan diri saya di 2 organisasi sebagai benalu. Karena saya cuma nempel aja, gak ada ngapa-ngapain. Sedih saya.

Setelah menganggap diri sebagai benalu, saya takut jadi virus. Yang bakalan nyebar virus ga baik ini ke temen-temen lain. Akhirnya, saya kecamkan lagi di hati, Isma, mau lanjut atau berhenti?

Saya memilih lanjut. Beneran lanjut. Lanjut untuk berubah. Saya belajar, mengulang diri saya seperti anak baru, dan bener-bener drastis perubahannya. Karena apa?

Karena saya punya jawaban yang jelas. Mau lanjut atau berhenti. Bukan lanjut-seakan-akan saya gak ada di situ. Sama aja gak ada berubahnya. Kalau berhenti? 

Artinya saya memang uda ga yakin sama diri saya kalau saya bisa. Saya juga pernah kok berhenti dari sebuah wadah, karena faktor di sana sini, dan salah satunya adalah karena saya gak punya rasa memiliki di wadah itu.

Gimana? Kamu pernah coba yang mana?

Saya sudah coba semua dong yang pasti. Loh tipsnya cuma 4? Gak juga! Ada banyak, kamu harus tau dan peka sama lingkungan, biar kamu tau apa dan gimana caranya keluar dari masalah itu.

Masa join organisasi cuma numpang nama. Sedih kan? Kalau ga ngerasa sedih, gawat banget. CV kamu penuh tu, tapi pas ditanya ngapain aja di organisasi, jawabannya cuma jadi kepanitiaan di satu agenda, miris deh. Masa organisasi cuma itu doang. Kalau mau gitu doang, udah kuliah aja bener-bener ehehe.

Oh ya, anak organisasi dan anak yang bukan organisasi bisa akur kan? Udah ya, jangan ribut saling bilang minus nya gabung/gak gabung organisasi.

Btw mohon maaf kepada pemimpin saya, teman teman saya di organisasi, yang kalau selama berorganisasi saya bandel. Dan cuma numpang nama (terkadang/pernah). Maaf ya huhu.


#30haringeblog

#blogjanuari

#blog24

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...