Langsung ke konten utama

SI HOBI PROMOSI DIRI : IBU DAN ISTRI IDAMAN

 Netizen menggerutu dalam hati, bisa-bisanya ada orang yang selalu buat status mengaku kalau dia idaman.

#kitamainsindir-sindiranya

#tulisannetizennyinyir

Tulisan sengaja dibuat tanpa foto, ada sesi selanjutnya dengan banyak foto sama anak-anak.

Sejak tahun ke tahun, seiring perkembangan zaman yang makin berkembang, manusiapun ternyata bisa berubah, entah karakternya, sikapnya di media sosial, atau bahkan cara ia memakai media sosial.

Ada yang dulu jadi tukang curhat sekarang jadi tukang share kata-kata bijak, dulu si tukang nyindir sekarang beralih profesi jadi si tukang diam aja di medsos, ada yang hobi promosi jualan, dan sekarang beralih ke promosi diri sendiri.

Emang salah?

Enggak sebenernya kalau memang tujuannya baik, ibarat kata kaya ngebangun branding diri gitu, kita dikenal orang sebagai apa, gimana, dan kenapa si orang harus kenal kita, pentingnya gimana. Gitu.

Tapi, pernah gak sih kalian liat temen kalian selalu promosiin dirinya sebagai seseorang yang dianggap idaman. Atau yang menjurus ke sana deh. Di tulisan ini kita cerita soal anak-anak yang merupakan objeknya ya.

Foto bareng anak-anak, captionnya---

Ngurus anak orang aja telatennya kebangetan, gimana kalau nanti ngurus anak sendiri.

Ibu dan istri idaman kamu seperti ini kan?

Kebayang dong gimana sayangnya sama anak sendiri, anak orang aja sayang banget.

Belum lagi status-status mereka yang bilang kalau mereka itu istri idaman dengan foto memasak, bersih-bersih rumah, pakai daster. Kalian ngapain sih?

Oh ya apalagi kalau bukan lagi kasih kode ke mas-mas yang disuka atau pacarnya yang belom juga ngehalalin mbaknya kan?

GAK KOK, ISENG AJA BUAT GITU.

Iya saya tau kamu iseng, saya  percaya itu kok. Tapi, pernah gak sih mikir ada netizen yang sedih liat kelakuan kita. Sedih bukan karena dia iri dan kamu justru bilang IRI BILANG BOS, tapi sedih karena dia ngerasa insecure karena seakan-akan dia itu BUKAN IDAMAN.

Contohnya, temen saya selalu posting foto dia memasak, dengan caption yang menjurus kepada kalau dia adalah istri idaman yang pandai memasak, bisa menyenangkan suami, bisa ngambil hati mertua. Terus saya awalnya jadi termotivasi untuk bisa memasak (saya bisa sebenernya, Cuma yaudala ga usah bahas). Lama kelamaan saya jadi ngerasa insecure gaes.

Berarti aku gak bisa jadi idaman.

Iya pulak ya, bisa-bisanya aku gak bisa masak enak kek dia.

Entahla ya, gak Cuma saya mungkin yang rasain. Tapi bisa gak sih, kalau apa itu jangan gitu terus. Iya saya tau, bisa kok disembunyiin storynya, tapi kan kita gak pernah tau, kapan dia bakal buat status, masa selalu kita sembunyikan.

Apa menjadi idaman adalah seperti yang kalian sampaikan? Saya rasa gak juga.

Sebenarnya ada yang bisa dibagi ceritanya, inspirasinya lewat foto bareng anak-anak. Kalau tak ingin terlalu serius seperti mengajak pembaca status untuk menyukai anak-anak, menyayangi anak-anak, tips main dengan anak-anak, paling tidak kamu pakai kalimat lain, apapun selain suatu pengclaiman kalau kamu idaman.

Serius ya, ini Cuma sindiran saya ke temen-temen yang selalu begitu. Anggaplah saya di sini sebagai netizen nyinyir. Anda bisa bebas buat status, kenapa saya gak bisa? Lagian saya juga akan tersindir di kemudian hari karena tulisan saya ini, mana kala saya yang begitu suatu saat nanti.

Btw setelah baca ini jangan langsung sembunyii story dari saya ya wahai idaman, ehe. Saya gak bahaya banget kok kalau jadi netizen. Serius, kamu pernah saya sindir di story? Enggakkan. Saya nulis gini juga belum tentu dibaca banyak orangkan haha.

Ohya, kalau mau tetap lanjut dengan caption-caption yang memperkenalkan bahwa diri adalah idaman, yaudah monggo. Lanjut aja, tapi jangan lupa di kehidupan nyata bener-bener kita sama-sama memperbaiki diri ya, untuk beneran bisa jadi idaman.

Dan saya bersama 2 sahabat baik saya juga punya kok grup namanya Wanita Idaman, yang berlandaskan itu adalah harapan kami selaku wanita-wanita yang beda dari wanita lain. Lagi pula gak pernah juga kami heboh di story, dan menggemporkan diri sebagai wanita idaman yang entah berdasarkan apa. wkwkwk.

Tulisan ini gak cuma untuk perempuan aja ya, tapi laki-laki juga. Pahamlah maksudnya gimana. Uda gak zaman kode loh ya wkwkw. kalau sor gas kan pelaminan. Semoga beruntung.

Semangat berbenah, semangat saling mengingatkan!

Semoga kita memang wanita idaman tanpa harus mengenalkan ke dunia kalau kita adalah ibu dan istri idaman.

#30haringeblog

#blogjanuari

#blog23

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...