Langsung ke konten utama

ODOJ BIKIN CANDU BACA QURAN

Mau istikamah baca quran?

Gak punya temen yang selalu ngingatkan baca quran?

Mau punya kebiasaan baru sama quran?

Pengen banget jadi kecanduan sama alquran?
Selesaikan bacaan ini dulu yok.

Saya orang yang sebenernya baru-baru aja belajar agama. Baca quran? Jangan tanya, baca di waktu magrib aja uda bersyukur banget, dan ya seminggu biasanya cuma 3 atau 4 kali. Untuk khatam 30 juz aja lama banget. Ngerasa itu hal biasa, semua orang pun pasti bahkan jarang khatam quran. Begitu pikiran saya dulu.

Setamat dari SMA saya berkomitmen dan berjanji untuk belajar agama dan gak lagi ninggalkan salat, saat masuk kuliah di 2016, saya mulai risih dengan saya yang gitu-gitu aja. Susah banget nyari temen yang bener-bener juga lagi di fase "mau belajar agama". Karena itu mahasiswa baru, orang baru, bener-bener gak tau apa-apa.

Sabar menanti, sabar mengamati, waktu ada kajian di Masjid kampus, ada laki-laki duduk di depan jamaah dia ngenalkan komunitas ngaji, namanya Ust Liandi, saya sudah kenal orangnya sekarang. Dia kenalkan tentang ODOJ. Katanya, ODOJ ini komunitas yang bisa bikin kita kecanduan sama Alquran.

Saya belum tertarik, tapi saya penasaran. Saya pun mendaftar. Dan ketika mendaftar, saya soksokan langsung milih program 1 hari 1 juz, yaudah saya jalani.

Dan ya banyak pertanyaan di kepala saya, ngapa ini seisi grupnya orang luar Medan semua? Ngapa ini rame banget orang laporan, mereka beneran selesein sehari sejuz? Itu banyak lembar hey, saya masih bingung. Saya baca quran sebisa mungkin, ngos-ngossan juga. Serius saya.

Ketika beberapa hari nama saya kena karantina karena gak laporan-laporan, di situ saya luruskan lagi niat saya. Apa lagi yang mau dicari Isma? Katanya pertama penasaran, uda tau isinya gimana, apa lagi yang dicari?

Oke, saya serius ber ODOJ. Lillahhi taala. Dan saya mengulang kajian saya di juz pertama, di program sehari setengah juz. Di situ, barulah saya belajar bagaimana membiasakan diri dengan Alquran. Mungkin bagi beberapa orang ngira itu hal normal, tapi bagi saya yang emang bukan pecinta Alquran dari dulu, itu hal luar biasa.

Beneran loh pencapaian besar adalah ketika saya di bulan-bulan berikutnya saya beralih lagi ke sehari sejuz, dan berhasil khatam dalam waktu sebulan. Hal yang gak pernah saya lakuin, akhirnya dapat semua.

Kalau saya bandel, saya kasian sama adminnya. Mbaknya ngchat saya, ditanyain udah kholas belum, ditanyain kabar, apa kesibukan today, malu banget. Iya juga, 24 jam sibuknya ke dunia mulu.

Gaes ini cuma beberapa testimoni aja loh ya.


2018 saya bergabung jadi pengurus ODOJ Medan, masih bandel-bandelnya. Setahun berjalan tapi saya cuma numpang nama di ODOJ, saya gak mau komunikasi ke pengurus lain, saya gak tau mau ngapain dah gitu gak mau nanya, bandel banget. 2019 saya sadar. Wkwkwk.

Sadar kalau saya itu bandel, dan akhirnya saya mulai dari awal lagi, gimana baiknya saya jadi pengurus. Mau berhenti, saya mikir, saya belum bantu apa-apa di ODOJ. Mau lanjut, saya mikir, pengurus pasti uda terlanjur males sama saya, tapi mau gak mau memang saya harus bertahan.

Dan weeee, kalau kalian sekarang uda join di grup tilawah ODOJ, sebagai ODOJER, tapi belum merasakan nikmat nya baca quran, coba lurusin lagi niatnya. Kenalin kesanggupan diri, kalau gak sanggup ada kok program sehari semampunya, sehari setengah juz.

Coba minggu ini join ODOJ, pasti ketagihan dan ga mau berenti. Ngerasa tertantang pasti nih baca quran sehari sejuz, tapi abis tu jadi terbiasa. Percayalah emm.

Info selanjutnya di sini yes, Mau Istikamah Baca Quran? Odoj Punya Solusinya .


#30haringeblog
#blogjanuari
#blog17
#promosi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...