Langsung ke konten utama

NGULANG MATA KULIAH ? JANGAN GALAU

 

Tulisan ini diperuntukkan untuk semua kaum, baik kaum pengajar, kaum mahasiswa yang sedang mengulang, dan kaum mahasiswa yang tak pernah mengulang mata kuliah.

Mahasiswa itu banyak jenis, banyak banget. Ada jenis si kuliah pulang-kuliah pulang, jenis sibuk organisasi, kuliah sambil kerja, kuliah hangout, kuliah sibuk sama penelitian. Banyak, banyak banget jenisnya.

Jenis dosen pun banyak, ehem skip dulu. (Nanti saya kena kasus lagi karena nulis tentang dosen). Dosen itu baik kok, baik banget. Oke jenis dosen cuma satu itu. Semoga semua sepakat.

Karena banyaknya jenis mahasiswa yang sama-sama manusia, ada banyak pula alasan mahasiswa ngulang mata kuliah. Ada yang semester 7 eh join di kelas semester 5. Ada yang semester 8 eh join di semester 2. Ada nih yang semester 13 join di semester 7. Wah.


Kenapa Mereka Ngulang?

Kalau kamu teman baiknya, pasti kamu tau alasannya. Entah dia semasa perkuliahan memang malas masuk kelas, malas ngerjain tugas, atau ya tukang melawan dosen. Kamu gak salah nanya ke temen kamu, kenapa dia ngulang. Yang salah itu, kamu langsung buat kesimpulan dia itu pemalas.


"Kau ngulang semester 2? Astaga, bikin malu. Kau pulak malas kali kuliah".

"Mangkannya kuliah kuliah aja, jangan kerja mulu"

"Kau itula bandal, asik telat aja. Ulangan gak kau kerjain"


Hee manusia, kalian dikuliahkan untuk jadi sarjana, bukan jadi dukun! Main asik nebak, asik ngjudge.

Kalian juga, ngapain kalau temen kalian ngejek kalian sipemalas, situkang cabut, si tukang organisasi, si tukang tidur di kelas, kenapa kalian galau berkepanjangan? Bukannya berubah malah mikirin omongan orang terus.

Ada temen yang kaget banget waktu dia harus ngulang mata kuliah, dia itu cowok. Saya merespon, "Ngulang ya ngulang, ngapain heboh. Terlewati juganya nanti itu. Malu kau? Ya tanggung sendirilah. Gak usah direspon orang itu". 

Enak banget ya omongan saya, ya emang enak. Karena saya uda berpengalaman.

Ni ya saya sekalian ngebuka aib publik, saya tu punya kejadian sama mata kuliah elektronika 2. Gila itu sih parah ya, gak tau kenapa ada getaran di tubuh saya untuk menjauhi mata kuliah itu. Sampai lah saya di kelas itu, semester 4. Bener-bener saya masuk kelas cuma 2 kali dari 16 kali pertemuan. Dan waktu UAS saya datang, apalah gunanya saya datang, wkwkwkwkwk. 

Saat itu banyak jadwal libur saya, iya memang sebab-sebabnya banyak. Jadi tu saya udah tau nilai saya apa, pastilah E. Dan ternyata D, lumayan pikir saya. Dan ada alasan yang buat nilai saya berikutnya E (saat pengulangan), ini kalau mau tau next aja kita cerita wkwk. 

Dan akhirnya saya ngulang lagi dengan mata kuliah yang sama itu di semester 8, bersama adik-adik unyu semester 4. Alhamdulillah pandemi, saya gak jumpa bapak itu, halo Pak Mulkan, dosen yang sering geleng-geleng liat saya.

Dan gak cuma itu weee, ada beberapa mata kuliah lagi, yang gak ngulang, tapi ya gitu, cuma saya sendiri yang baru ambil mata kuliah itu, sama aja dong. Wkwk. 


Terus gimana rasanya ngulang?

Jangan tanya, rasanya itu kayak kita mau lari ke garis finish, tapi kita larinya kaya lari di tempat, ga sampek-sampek. Capek memang, tapi ya gimana? Harus tanggungjawab dong.

Gini ya, dosen itu objektif, gak sembarang kasi nilai, kamu masuk ya aman, kamu kerjain tugas ya aman, ujian bagus ya aman, kamu sopan ya aman. Yaudah, apa lagi?

Dan ya jangan galau-galau, jalani aja. Uda terlanjur mau gimana lagi.


Kalau ambil semester pendek gimana?

Wah saya juga salah satu mahasiswa yang gak ambil ini, semua temen saya pada ambil disalah satu mata kuliah (berhubung kami kemarin satu kelas dapat C, kecuali 4 orang kalau gak salah). Saya gak ambil karena saya mikir sayang duitnya wkwkwk.

Iya beneran dah, dikata pelit biarin, yang penting saya tetep bisa ngulang di semester selanjutnya. Dan akhirnya apa? Saya selesai kok ngulangnya. Semua udah beres. 

Jangan jadikan beban gaes, muhasabah perlu, evaluasi diri sendiri kenapa bisa kita dapat mata kuliah ngulang, perbaiki, tapi ya udah jalani aja. Gak usah kali digalaukan sampek gak ada gairah lagi.

Jadi pendengar yang baik itu perlu, kalau ada orang nasehati artinya dia peduli, tapi pilah aja kalimatnya. Jangan semua-semua mau diserap, apalagi model baperan kaya kamu, aduh gak usah deh ya denger semua omongan manusia. (Saran loh ni saran).

Dan ya, balik lagi ke temen-temen yang gak pernah ngulang, ni ya weee, mohon maaf ni kalau kehadiran mahasiswa ngulang mata kuliah itu merusak amalan kelen (dengan emosi sendiri, gosip di belakang), mohon maaf banget ni. 

Kadang gak semua alasan itu karena disengaja, ada keterpaksaan, dan hidup manusia itu gak selalu mulus aja, prosesmu menyelesaikan perkuliahan gak akan sama kayak kami. Prosesmu lancar tanpa gelombang, kami enggak. Yaudah mohon maaf ni. 

Dan ya jangan ngjudge juga dong, jangan gara-gara gak sengaja bilang temen pemalas, dia uda curhat sakit hatinya ke Allah, berani nanggung? Kalau mau nasihati, yauda monggo gas kan. Pake cara yang bagus ya. Pelan-pelan, ditemeni dia, kasi motivasi. Gampang kan? Biar dame idup.

Pak buk dosen juga, eh enggak pak buk, gak mau marah kok wkwk. Jadi gini pak buk, maaf la ya kalau mungkin kami mahasiswa ngulang ini suka kali bikin stres, nilai berantakan, di kelas gak aktif, tapi di luar aktif, di luar sehat kek cacing kepanasan, di dalam kelas tidur kek kelelawar, maaf banget pak buk. 

Ada baiknya jika ingin marah, pilihlah kalimat-kalimat baik yang bisa mengena ke hatinya sebagai "peringatan bermaksud perhatian", bukan sebagai "peringatan bermaksud merusak impian".

Kalian orang tua kami di perantauan ini, rasanya kalau menasihati tapi dengan nada lembut tapi kalimat menyepelekan atau gunjingan mulai keluar, itu bener-bener bisa ngerusak mood mahasiswa, bahkan bisa merusak mental loh ya. 

Kami anggap kalian orang tua kami, masa kami gak dianggap anak sendiri. Namanya anak-anak pak buk, kadang baek budi kadang bandel.

Tapi yaudala pak buk terserah lah. Udah lah kok jadi sedih. Sejujurnya saya dari dulu gak ada rasa di jurusan ini, mangkannya saya pinter-pinter nyari wadah lain biar saya jadi manusia di masa kuliah ini (Kok jadi buat pengakuan wkwwk). 

Ada pepatah bijak yang sering disampekkan orang-orang, jangan kerjakan apa yang kamu cinta. Tapi cintai apa yang kamu kerjakan. 

Nah kalau dimasukkan ke pribadi saya, saya memaksa untuk mencintai apa yang saya kerjakan/pilih, menjalani dengan ikhlas, pun tetep gak bisa, saya lebih baik memilih menduakan, tapi bukan berhenti.

Segini aja, nanti lain kali kita cerita soal kuliah lagi. Demi apa pak buk saya gak ada ngejelekkan ya, tolong. Love you pak buk.


#loveyoufisika

#30haringeblog

#blogjanuari

#blog16


Komentar

  1. Ngulang matkul, kebetulan kelas pagi. Pas dosennya datang, awak ga dtg. Pas awak dtg, dosennya gantian ga dtg. Ada urusan katanya. Gubrak. Ga jodoh.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...