Langsung ke konten utama

JIKA TEMEN MAU CURHAT

 

Capek-capek curhat, malah dibilang "Yaelah gitu doang"


Pasti pernah, ngerasa apasih ini kok gini-gini aja. Asik masalah aja. Asik kecewa aja, selalu disakitin, mimpi ga pernah sesuai harapan, cinta bertepuk sebelah tangan, ditinggal nikah, atau apalah.

Pernah? Pasti!

Wajar memang, ngerasa kalau "Sumpah sedih banget hidup gue", atau "Gila ya, masalah ga tamat-tamat". Terus akhirnya nangis, curhat di media sosial, dan ya yang sering dilakuin orang-orang itu, adalah cerita ke temennya.

Temen kamu curhat, bukan karena dia gak rela kalau masalah hidupnya cuma dia aja yang tau, tapi dia lagi butuh kamu, si temen kamu itu lagi galau hey. Kalau dia uda curhat ke kamu, artinya dia bener-bener lagi butuh tempat cerita.

Apalagi mereka yang jarang curhat, ga keliatan punya beban masalah, biasa aja ngadepi masalah, sering jadi tempat cerita orang, kalau mereka uda curhat, berarti problem dia itu uda urgen banget. Daripada dia stres, bagus luapin.

Dan ya, mereka ga selalu butuh saran dari kamu kok, mereka lebih butuh untuk didengarkan aja. (Keseringan gitu). Saya mau berbagi soal saran saya ke temen-temen gimana seharusnya kita ke temen yang mau curhat.

1. JANGAN DIJATUHIN SEMANGATNYA CURHAT

Kalau ada temen mau curhat, di awal dia bilang "Aku mau curhat", atau dia kodein emotikon nangis, atau apala wkwk (pasti anda tau soal kode), ada dua saran jawaban. Ini contoh kata-katanya.

Yang pertama, jika berminat.

"Kenapa? Ada masalah? Mau cerita gak??"


Yang kedua, jika tidak berminat.

"Kenapa Isma? Lagi ada masalah? Yang sabar ngadepi cobaan hidup ini ya. Dah jangan sedih-sedih ko. Aku mau tidur ini". Wkwkwkwk

Lebih jelas kan. Jangan tiba-tiba bilangnya mau dengeri curhat, tapi malah direspon, "Kau kenapa si masalah mulu? Udah kau sabar ya." Wah, kalau temen kamu yang curhat itu adalah orang yang jarang curhat, jarang keliatan punya masalah, bisa-bisa males dia tu cerita atau nanggepi apapun soal kamu.

Saya mau cerita soal saya curhat gitu ke temen, responnya sekadarnya, kaya ibaratnya saya nilai "Nih orang ga da respect nya gitu si" Atau saya uda kasi gambaran curhat, dia responnya begini, "Udahla, kau asik masalah aja. Asik galau aja". Sumpah ya, anda waras? Itu the first hey saya cerita ke anda. Dan ceritanya juga masih gambarannya doang, belum isi apalagi akar.

Dan sekarang, saya bener-bener ke prinsip awal saya, "Jangan curhat-jangan curhat". Saya ga pernah curhat tetiba curhat digituin kan kesel wkwk. Tapi mungkin itu si karena bukan pada orang yang tepat ya. Iya tau hem.

2. PLEASE, JANGAN NAMBAH BEBANNYA

Gini ya, kalau temen curhat, dia ngasi judul pembuka, "gini, kuliat kan mamakku baek kali sama adekku, awak macam tak anaknya". Nah terus kamu tiba-tiba respon,

"Aku juga gitulo, mamakku itu sayang kali sama abangku, aku ga dianggap di rumah. Masa kan, waktu itu ......"

Fix ya. Ini si kawan ngapa nambah beban si manusia yang mau curhat wkwk. Mungkin nih, orang males curhat ke kamu karena salah satunya itu, pas orang lagi curhat, anda malah balik curhat. Yaampun.

Boleh ya cerita balik, tapi ntar!!! Tunggu dia selesai cerita, dan kamu cerita sebagai penyemangat dia aja. Gimana solusi kamu keluar dari masalah.

3. JANGAN BIKIN TEMEN GAK NYAMAN.

Ingat ya, orang lain ga perlu tau kalau kamu itu jadi tempat curhat si kawan. Apa tujuannya kamu ss chat curhat temen kamu dan buat di status? Ya ampun.

Asli, itu bikin dia gak nyaman. Beneran ya, gak bagus banget. Apalagi kondisinya temen-temen kontak kamu, adalah temen dia juga.

Kalau kamu adalah orang yang begini, berenti dulu gimana? Iya temen kamu ga marah, ga bilang, tapi dalem hati ngerasa gitu perasaan ga enaknya.

Jangan jadi manusia yang sibuk pengakuan gitu gimana? Wkwk


Emm apalagi ya, sepertinya itu sih yang urgen. Btw pembahasan soal ginian ga bisa satu tulisan ini ajaya. Bakal panjang banget. Dan ya, see you next time wkwk.


Eh belom, untuk kamu juga yang sering curhat, jangan semua-semua diceritain ke orang ya haha. Jangan lupa sama kalam Allah,

"Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan," (Al- Insyirah: 6)


Sampai sini, paham??


#30haringeblog
#blogjanuari
#blog8

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...