Semoga saya, kamu, kita sempat membahagiakan kedua orangtua. Aamiin.
Saya dan mama terbilang sangat dekat, meski mama sering istighfar liat kelakuan anaknya ini. Masa saya senyum-senyum waktu dimarahi, mama istighfar. Saya berdiri di kursi dapur sambil pegang tempat minum, lalu bernyanyi, mama saya istighfar. Saya lari sana lari sini mama istighfar, saya pura-pura sakit biar gak disuruh kerjaan rumah, mama istighfar, nyaris semua hal.
Tapi gak masalah juga, saya selalu buat mama istighfar itu bagus kan. Ribut sama orangtua juga itu wajar, saya juga begitu, karena kesalahpahaman, susah nahan emosi, yang akhirnya saya sebagai anak, atau bahkan kita, memilih mempertahankan argumen daripada mengalah.
Sebagai jejak, saya menulis ini, tentang jawaban mama waktu saya tanya soal barang-barang yang dibelinya. Mama yang selalu bilang ke anaknya, "sunek gubeng mama, kesayangan mama, buah hati mama, kemanjaan mama, gubeng sunek, sunek gubeng mama", mama terbaik, tulisan ini adalah jejak.
MAMA KOK SUKA BELI MUKENAH?
Mama hobi beli mukenah, yang saya tau sekarang ada 9 atau 10 mukenah, itu yang saya tau, belum lagi yang disimpannya di lemari khususnya. Bahkan dia sering bilang, kalau dia punya duit nanti, dia mau beli mukenah lagi.
Ketika ditanya, santai dia menjawab, "Namanya mama mikirkan masa depan, nanti kalau mama ninggal, orang mau solatkan mama gak bingung, tinggal pakai mukenah mama".
MAMA KOK BANYAK KALI KAIN?
Gak cuma mukenah, kain pun jawabannya sama. Jadi saya pernah kaget, waktu dia bongkar 3 lemari di rumah. Karena banyak banget kain-kainnya di rumah. Ada yang masih pake plastiknya, masih terlipat rapi, waktu ditanya kenapa banyak kain, dia jawab, "Biar gak ribet nutupi jenazah mama nanti, banyak kain kan gampang".
MA, RUMAH OKI MEMANJANG LOH
Saya pernah liat vlog mereka, mereka cerita alasan rumahnya memanjang dan pakai sekat yang bisa digeser (apasih namanya), terus saya cerita ke mama. Alasan mereka buat rumah gitu karena biar mudah kalau mau salat jenazah.
Mama langsung nyelonong, "ini kan sengaja rumahnya panjang, biar salatnya di sini aja kalau bisa". Begitu. Rumah kami ga jauh dari masjid, tapi mama bilang kalau bisa di rumah ya kenapa enggak. Karena ya, walau memanjangnya kesamping dari arah kiblat, setidaknya itu bisa muat banyak untuk orang salat berjamaah.
Wah saya ga habis pikir sama mama saya.
Suatu ketika saya nemu kain putih panjang mama, mama langsung bilang sambil ngelus kain itu, "siapalah yang make ini duluan," Saya pikir itu jilbab awalnya. Ternyata itu dimaksudkan mama untuk nutup wajah almarhum.
Dan baru banget, mama nemu kain itu, dan bilang "ingat isma yang mama bilang kain ini? Ternyata kakek duluan yang makek".
Jleb, yayaya saya selalu ingat. Ternyata itu semua yang dimaksudkan mama.
Semoga Allah kasih kesempatan saya bahagiain mama, kamu juga, kita semua. Sehat-sehat, semoga Allah panjangkan umur kita dan orangtua kita.
Saya selaku dikasih teguran dengan jawaban jawaban mama. Kalau saya lagi gak enak hati, saya kadang mau nangis tiba-tiba kalau liat kain jarik, saya takut, saya meninggal dalam keadaan marah ke mama. Atau orangtua saya duluan ketemu Surga diwaktu saya dan orangtua lagi marahan.
Saya takut, kain itu saya yang pakai pertama. Saya juga takut, orangtua saya yang pakai kain itu pertama.
Asli kok sedih, merinding lagi. Aaaaa sedih sih memang bayanginnya. Ternyata saya belum benar-benar siap menghadap Allah. Kalau kamu?
#30haringeblog
#blogjanuari
#blog21

Komentar
Posting Komentar