Langsung ke konten utama

JANGAN SIBUK MENJELASKAN

Hari ini, ada berapa banyak omongan manusia yang kamu pikirkan? Tanpa kamu abaikan, tanpa kamu usahakan perbaikan? Malah jadi beban. Sama dirimu, gak kasian?


Karena yang tau kamu adalah kamu sendiri. Yang paham kamu juga adalah kamu sendiri. Kenapa kamu seringkali menghabiskan waktu untuk memikirkan kritik dari orang lain? Yang kamu tau, mereka mengkritik tanpa solusi, mereka mengkritik dengan kalimat menjatuhkan, mereka mengkritik seakan mereka adalah jiwa lain yang kamu miliki, yang serba tau siapa kamu.

Berapa banyak penduduk di muka bumi ini yang kamu temui, pasti beda dengan jumlah penduduk di media sosial yang kamu pakai. Lontaran kalimat dari manusia yang ada di sekelilingmu sekarang, pasti beda dengan omongan dari manusia yang saat ini sedang mengomentarimu di kolom komentar.

Kenapa kita harus sepakat 'artis/selebgram' harus punya mental yang kuat ? Ya karena mereka banyak dilihat manusia, banyak dikomentari manusia. Mulai dari yang positif, sampai yang negatif. Mungkin salah satu alasan kita yang sekarang belom bisa jadi tokoh masyarakat, adalah kurangnya kekuatan mental kita wkwk. Takut ambruk duluan (mungkin ya).

Terus, gimana kalau uda terlanjur sakit hati sama omongan orang?

Jawabannya cuma satu, lebih baik diam.

Solusi paling ajib, lebih baik diam. Diam maksudnya gak usah direspon, diam tapi mendoakan yang terbaik untuk kamu dan dia, diam tapi intropeksi diri sebaik mungkin. Bukan diam-diam main belakang, ntar tiba-tiba aja uda ada catatan kasus pembunuhan, duh amit-amit.

Jangan terlalu sibuk menjelaskan, kasian kamu. Haters kita gak akan terima penjelasan apapun dari kita, serius!! 

Semisal kita adalah seorang penulis buku yang menulis tentang novel romantis yang absurd banget, terus tiba-tiba ada orang yang bilang novel kita ini ga bagus, ga mendidik, ga kreatif, susah dipahami, yaudah, tinggalin dia (jangan asal tinggalin wkwk, lihat juga gimana komentarnya).

Jangan ditanya agar kamu bisa menjelaskan, "bagian mana yang susah dipahami? Soalnya temen-temenku pada suka sama karyaku" - "kenapa gak mendidik? Ada kok dibagian 4 tentang hidup, kalau kamu baca semua, pasti kamu bisa ambil edukasinya" - "iyalah aku ga kreatif, ga kaya kamu yang uda pinter banget nulis".

Dengan begitu, gak siap-siap urusan. Dia gak bakal tu bilang, "Oh iya? Ada di bagian 4 ya? Aku belum baca semua si, masih blurb cover aja" - "gak gitu maksudku, kamu ga kreatif di bagian si A, kenapa dia ga mati aja sekalian, harusnya klimaksnya di sini".

Maka saya bilang, lebih baik tinggalin dia. Kalau mau ngerespon dia, respon aja sesederhana mungkin, "Maaf, anda bukan target bacaan saya". Jleb!!

Ada banyak hal lain, yang ga penting untuk dijelasin ke mereka, mereka yang heboh bertanya, berkomentar. Karena mereka itu kebanyakan manusia yang cuma penasaran, cuma pengen mau tau aja gitu.

Tentang alasan kamu belum wisuda misalnya, (percaya aja, mereka lebih banyak bertanya kembali "Jadi kapannya kau wisuda?" Sedikit banget yang ngasi saran. Padahal hey!!! Kamu uda capek-capek ngejelasin alasannya).

Tentang alasan kamu yang belum menikah juga misalnya, (capek-capek kamu jelasin alasannya, soal mimpi-mimpi kamu yang belum tercapai, dia malah respon "Udahla, nikahlah dulu, jangan sampek jadi perawan tua").


Banyak lah permisalannya.


Dan ya, daripada kamu sibuk ngejelasin, lebih baik diam. Ohya, kamu boleh diam dengan berusaha untuk membuktikan diri kamu memang bisa, memang layak, memang cerdas. Ya sebut lah di sini omongan mereka itu motivasi bagi kita.

Jangan diam untuk meratapi nasib, menggalaukan sedihnya nasib yang selalu salah di mata orang lain, serius ya, gak guna banget!

Kebuang abis waktumu untuk mikirkan omongan orang lain. Jadi simple, bodo amat, gitu gak masalah loh. Lebih tenang hidup.


Mau coba?


#30haringeblog

#blogjanuari

#blog5


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...