Ditulis, perempuan rabun sejak kelas 5 SD, yang berkacamata duduk di bangku SMA kelas 2.
Silakan dibaca sampai habis kalau kamu mau ambil pelajaran agar gak rabun, atau persiapan setelah rabun, dan kalau kamu memang rabun lalu baca ini, semangat. Kamu gak sendiri.
Kenalkan, ini gambaran kacamata kami kalau kena hujan. Gak bisa nampak jalan kalau lagi hujan. Karena memang menutupi kali, dan tau? Ga bisa kaya mata normal yang kalau kena hujan tinggal di kucek atau sipitkan mata aja. Orang berkacamata harus bener-bener ngeringkan kacamatanya pakai kain kering, jadi biar keliatan lagi terang.
Ini, kacamata kalau berembun. Pakai masker, makan minum yang panas, begini hasilnya. Kalau ini gampang si tinggal bersihin pakai tangan aja, dah bersih. Tapi dan tapi, kalau pake masker terus, memang bener bener jadi penghalang sih.
Kalau ini, gambaran menyedihkan dari orang berkacamata yang punya hidung minimalis, mancungnya ke dalem, mbelesek. Demi apa sampek dikenal "pake kacamata di mata bukan dihidung". Sakit sih sebenernya. Tapi gimana ya.
Intinya, kalau saya tu uda pake di mata, dia bentaran doang uda turun ke tulang hidung. Apa salah saya? Enggak lah, uda takdir nya gitu. Dan jadi kebiasaan juga, kadang makek pas di mata, kaya aneh gitu jadinya. Paham?
Nah ada nih penampakan orang berkacamata yang kasian banget suka diejek, dibilang sombong. Karena waktu mereka ga pake kacamata (mungkin capek ya), yaudah, mereka memang ga keliatan, bayangan kamu itu kabur tau ga si.
Belom lagi kalau jumpa bocah, "kak-kak, ini berapa?"
Jumpa temen yang lewat, setelah itu dapat chat, "sombong kali si, malu aku senyum-senyum, kek orang gila. Kau ga respon".
Ini juga penampakan orang yang ngeselin, matanya disipit-sipitkan, biar keliatan imut atau biar orang tau dia rabun wkwkwk.
Jadi gak ya weee, mereka sipitkan mata itu karena emang itu upaya mereka biar keliatan sama objeknya. Lagian itu kaya spontanitas gitulo, jadi jangan iri bos.
Budeg?
Ha kok bisa budeg? Sayangnya itu mungkin cuma dirasakan sama beberapa orang, termasuk saya. Yang asli, saya itu dianggap aneh sama temen-temen bermata sehat, dan bahkan bermata sakit.
"ISMA, YANG RABUN KAN MATAMU BUKAN KUPINGMU".
Saya bingung mau jawab apa. Saya jelasin, saya memang ga kedengeran kalau ga pake kacamata tapi mereka ga percaya, akhirnya saya selalu bilang, "Namanya aku budeg wee". Sedih sih.
Kalian itu harus percaya, saya juga ga tau ini takdir atau gimana, tolong yang paham kesehatan, jelasin juga. (Saya nulis ini btw ga baca referensi wkwkwk), dan saya belum nyari tau memang. Tapi, itulah faktanya.
###
Berkacamata itu gak enak, bagi saya. Gak pernah lepas, kalau hilang bisa bingung sendiri, tapi kok ya heran, kenapa ada banyak orang sengaja merabunkan matanya? Wkwkwk
Kok bisa? Gimana?
Iya itu mereka, yang uda dilarang pake kacamata minus, padahal ga minus, dan akhirnya rabun. Masih 0.75 kanan uda langsung pake kacamata obat. Ahahaha. Pengakuannya, ada yang ilang karena keren. Emmm.
Beberapa adik-adik juga yang jumpa saya nanya, apa itu kacamata gaya-gayaan, kenapa ga pernah dilepas wkwk. Bentuknya bulat lagi, padahal ini normal, dan biasa aja.
Untuk kamu yang berkacamata juga, sabar. Tetep bersyukur, setidaknya kita tau apa yang terlihat jelas oleh mata-mata sehat, lewat bantuan kacamata obat.
Dan lumayanlah, ada istilah, "orang kacamata itu biasanya pinter-pinter". Wkwkwk ga tau pinter apa, pinter ngakali kah?
Oke sampai sini aja. Saya gak tau ini penting apa gak. Intinya, kalian kalau ada orang rabun, jangan ilfil gitulah wkwkwk. Kalau bisa kamu yang bermata sehat bawa motor, kamu aja. Jangan biarin dia kena hujan, dia ga keliatan jalan loh ya.
Semangat mata-mata sehat.
Semangat juga mata-mata agak sehat.
#30haringeblog
#blogjanuari
#blog26






Halo dari saya min 0,75 😂
BalasHapus