Langsung ke konten utama

CEWEK ITU PERNAH SALAH, BISA DIEM GAK?

Manusia tempatnya salah. Bukan tempatnya merasa selalu benar. 

Saya perempuan, saya tau perempuan gimana, walau begitu saya sering gak berpihak sama perempuan. Misalnya, pembenaran kalau perempuan harus suka warna pink, perempuan harus suka pakai make up, pembenaran kalau perempuan itu semuanya cengeng, baperan, perempuan itu harus selalu benar, perempuan itu gak bisa dilawan. 

Perempuan itu unik, saking uniknya sering kali ada status atau meme yang saya temukan tentang buku memahami perempuan, yang jumlahnya sampai beribu halaman. Jangankan kaum lelaki, kaum perempuan aja sering bingung sama kaumnya sendiri.

Demi apa saya gak suka dan gak sepakat sama kalimat, "Cewek itu selalu benar". Kalau lagi ada debat atau hal yang harus didiskusikan, malah si cewek ga mau ngalah, dia jawab dengan kalimat itu. Lawan bicara auto diam. Ada juga perdebatan yang saya lihat, lawan bicara makin banyak bicara, tak terima mungkin dengan pernyataan itu.

Untuk kelen ni ya temen-temen saya yang laki-laki, yang pernah debat sama saya soal apa lah itu. Kita itu gak harus mendebatkan segala hal, kenapa namanya debat? Karena di antara kita gada yang mau ngalah. Kalau ada yang mau dibincangkan diskusi kan bagus-bagus.

Ini malah ngomong ngotot-ngototan, saya yang santai jadi ikutan nyolot, ujung-ujungnya, malah bilang, "Iya Isma, ngalah aku. Cewek kan gak pernah salah". 

Ini kesalahan besar ya, saya jamin di waktu berikutnya kita gak lagi ada perbincangan panjang. Karena saya males ya lagi ngobrol, tiba-tiba jadi gitu. Itu uda penutup rasa saya.

Kita itu semua punya pandangan sendiri, apalagi kalau ngobrolin sesuatu, hargai pendapat dong. Ini ada komentar dari si cewek, si cowok gak terima. Ada saran dari si cowok, si cewek banyak drama. Ego nya tinggi banget. Eh ego apa gengsi ya.

Mungkin memang saya atau di antara kita sering ga sadar gitu, kalau ngomong suka nyolot, ga sopan, banyak argumen, tapi jangan ujung-ujungnya buat pernyataan cewek selalu bener dong.

Kaum perempuan, kita itu punya salah. Gak selalu bener. Kalau lagi ngomong sama cowok, dan lagi beradu argumen, tapi si cowok malah gak bisa diem, tetep ngerasa dia paling paham dia paling pinter, yaudah kita yang diem. Cewek ngalah gak bikin mahkota kita jatuh kan?

Saya sering ngalah diperbincangan sama laki-laki, kalau rasa saya "Penjelasan ku uda cukup, alasanku uda cukup. Untuk apa lagi aku ngomong?". Percayalah, ngalah itu jalan tengah. Lebih plong kamu tinggalin obrolan daripada kamu harus ikut-ikutan ngomel kayak dia.

Kaum lelaki, cewek itu pernah salah loh. Kenapa kalian dukung mereka dengan kalimat cewek gak pernah salah? Iya bener cewek itu sensitifan, lebih suka dihargai, disayangi, dilindungi, tapi gak semua cewek suka dibilang mereka selalu bener.

Lain kali, kalau ngobrol sama perempuan yang suka ngomong, suka debat, kamu dengarkan ajalah. Gak usah "ya gak bisa gitu juga, kalau kau bilang bumi itu bulat, gimanala kita jalan? Kenapa jalan ke simpang rumahmu jalannya rata semua?" Jangan! Udah stop aja.

Kalau kamu rasa dia perlu tau ilmu baru, kasih tau detail, apa yang harus dia tau. Pelan-pelan kasih taunya. Jangan menunjukkan seakan kamu manusia paling pintar. Iya kami tau kamu pinter, tapi di hadapan cewek jangan tunjukkan itu dengan cara sombong ya. Ini berlaku juga untuk sikap cewek ke cowok sebenernya.

Ohya demi apa, serius saya bilang, cewek itu memang keseringan susah ngalah, itu untuk beberapa alasan. Tapi percayalah, mereka bakal berenti sendiri wkwk. 

Intinya jangan gimana kalila aduh gimana sih. Capek capek debat, ngerasa dia paling bener, eh taunya jodoh. Kan gak lucu, ayola jangan buat yang lucu-lucu.


Tapi ya, lingkaran sesama cewek aja sering debat kok.

Saya punya pengalaman debat sama cewek, dan dia di perbincangan makin lama makin menunjukkan kalau dia orang yang gak mau disalahkan. Yaudah saya diam. Saya iya iyakan aja tu omongannya. 

Saya gak mungkinkan bilang "cewek selalu bener"  Saya kan cewek buk, saya cuma bilang "Oh iya pulak ya. Beda-beda pulak ya pendapat kita". Udah stop, saya gak butuh dia setuju sama pendapat saya. Dia pun punya pendapat, saya gak harus setuju dengan pendapat dia.

####

Tapi btw tulisannya lebih ke sikap beradu argumen ya wkwk. Intinya gitulah. Semua harus belajar ngehargai lawan bicara, harus belajar ngendalikan emosi, harus belajar lebih baik diem dari pada berantam.

Kalian paham gak sih, wkwk. Kalau gak paham yauda ayok ngobrol kita, diskusikan aja. Kalau mau debat, ya debat aja. Saya terima debat, tapi lebih sering saya tinggalkan debat, kalau rasa saya gak penting.

Mohon maaf ya kaum perempuan atau lelaki yang ngerasa tulisan ini gak penting. Saya gak menjelekkan pihak manapun, saya di sini cuma curhat wkwkwkwk. (Saya penakut).


#30haringeblog

#blogjanuari

#blog18


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...