Langsung ke konten utama

CARA MUDAH MENUANGKAN IDE DALAM TULISAN

Siapa aja bisa menulis, tapi belum tentu jadi penulis.

Tau kendalanya apa? Apalagi kalau bukan, karena belum juga memulai. Terlalu banyak ide di kepalanya, di khayalannya, tapi mengakui susah sekali menuliskannya. Bahkan seorang penulis yang sudah seringkali menulis dan diterbitkan di media manapun, masih sering bingung untuk menuangkan idenya ke dalam tulisan.

Pastinya membaca buku merupakan kewajiban utama seorang penulis, belajar mengenal bahasa buku orang lain, akan lebih mudah dalam mewujudkan imajinasi ke dalam tulisan. Bukan hanya membaca, ada banyak cara mudah yang bisa dijadikan usaha baru agar mudah menulis dengan ide yang sudah tertumpuk di kepala.


1. TULIS APAPUN YANG DIPIKIRKAN

Sediakan catatan ponsel, atau buku kecil, kalau ide terlintas, langsung tuliskan. Jangan kebanyakan mikir akan mau gimana tulisan ini nanti, tapi pikirkan apa semua ide udah dituliskan. Setelah selesai, mulai selesaikan tulisan dengan penyusunan yang baik.


2. DUDUK DI TEMPAT TERNYAMAN

Kenapa nulis ide aja harus pilih-pilih tempat? Ya karena kamu butuh kefokusan. Kalau bagimu menuangkan ide dalam tulisan lebih nyaman di dalam kamar tidur, lakukan. Tapi jangan asal nyaman, ya. Yang terpenting kamu nyaman untuk menulis, bukan untuk mengambil posisi. Sembarangan milih tempat nyaman, tau-tau kamu malah tidur pulas.


3. JADIKAN HOBI

Lagi-lagi ini menjadi solusi dalam kepenulisan. Karena gini, kalau uda dijadikan ini hobi, ya kita suka aja ngelakuinnya gitu, gak pakai lama kalau mau nuangin ide ke tulisan. Nyantai aja, rutin, nanti jadi hobi juga. Dan gak bingung lagi kalau mai nulis.


4. BUAT KERANGKA CERITA (OUTLINE)

Setelah semua proses selesai dan udah dilaksanain, beralih ke sini, outline pasti udah gak asing lagi untuk kita, karena ya memang outline udah semacam kewajiban penulis sebelum nulis. Apalagi nulis buku, sebagai panduan tulisan gitu biar gak berantakan hasil tulisannya.

Ini lebih kepada, gimana sih kita memperbaiki tulisan kita. Karena setelah berhasil menuangkan ide, pasti ya ada upaya tulisan kita benar-benar berhasil selesai. Begituk.


Mungkin itu aja sih, solusi yang udah dilaksanain sendiri. Selamat berproses dan menulis.

#30haringeblog

#blogjanuari

#blog29

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...