Langsung ke konten utama

30HARICURHAT? BEGINI SENSASINYA

Ternyata, menulis diam-diam bagi orang yang malas bercerita, malas menjawab kenapa dan bagaimana dirinya, adalah solusi tepat. Ia bisa bebas menulis panjang lebar, tanpa peduli siapa yang akan membaca nya nanti.

Kalau-kalau dia tak sengaja curhat dan mengeluhkan masalah hidupnya, dan dia menuliskannya di blog, siapa yang membacanya, itulah yang tau masalahnya. Haha.

Di 30 hari ini, di label ini, semua tertuang. Bukan cuma saya, tapi mereka, yang bersedia mendaftarkan diri di sini. Walau yaaaa, cuma satu nama yang bertahan selain saya (mungkin si), Hay Ushi Ariska wkwkwk. 

Sensasinya? Jangan ditanya.. Udah pasti seru ya, setiap hari jadi ingat kalau belum nulis, belum cerita, belum ngpost blog. Terus ya, pastilah ada rasa sedikit lega habis nulis.

Semisal saya, di tulisan saya, banyak banget menyebut perilaku orang-orang yang saya temui, saya ngegosipin mereka di tulisan, nyindir mereka di tulisan, dan serunya itu, cuma beberapa orang yang akhirnya tau tentang tulisan itu.

Belum lagi perkara curhat, ya bisa dibilang kamu yang belum pernah dengar saya cerita, tau-tau sering baca blog absurd ini, pastilah jadi tau gimana saya saat sendiri, saat sama keluarga, sama temen. Ada banyak hal yang kamu tau kalau kamu suka baca.

Mau coba?

Caranya mudah, cukup daftar blogspot.com pakai Gmail pribadi. Dan langsung tuliskan apapun yang kamu mau bagikan, yang selama ini pengen kamu ceritakan tapi kamu ngerasa sia-sia kalau menceritakan itu ke temen kamu.

Tapi ingat, tetep hati hati kalau nulis, jangan kebablasan curhat, ngebuka aib, cerita pribadi, jangan.

Tulisan terakhir di januari ini memang ga banget sih, tapi yaudalah. Pertanda udah males sih ini. Yaudalah yang penting siap.

#30haringeblog

#blogjanuari

#blog30

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...