Langsung ke konten utama

JELAJAH KOTA TAHU, INI REKOMENDASI WISATA BUAT KAMU

sumber gambar : www.google.com (edit canva)

Jika dikatakan Sumedang, masyarakat Indonesia tentunya akan bersorak-sorai menyebut  tahu Sumedang yang memang sudah dikenal seantero nusantara. Tahu yang dimasak bersama kacang kedelai dan dengan cara digoreng ini nyatanya memang mampu memikat siapa saja yang mengonsumsinya. Tak lupa pula ubi cilembu dengan teksur lembut dan manis yang merupakan kuliner terkenal sebagai oleh-oleh wajib dari Sumedang.

Siapa sangka, Sumedang yang dikenal dengan kota tahu ini ternyata memiliki sektor unggulan di bidang pertanian, pariwisata dan budaya (Djuwendah, 2015). Seperti yang tertuang pada misi Kabupaten Sumedang tahun 2005-2025 yaitu mewujudkan perkonomian daerah yang tangguh dan berkelanjutan berbass pada agribisnis, pariwisata dan industri. Maka tak heran, pengembangan potensi pariwisata terus dilakukan dan didukung oleh pelaku pariwisata yang handal.

Tak hanya tentang bagaimana kota ini berkembang dan berusaha mandiri dalam mewujudkan perekonomian, tapi juga dikenal dengan banyak beragam kesenian. Diantaranya seperti tari pancawarna yang merupakan tari tradisional yang menggabungkan dua rumpun tari wayang dan tari keurseus, tarian ini menggambarkan tentang seorang yang baru mendapatkan ilmu kesempurnaan hidup. Ada pula tari gandamanah yang merupakan tari bergenre tari wayang dengan karakter monggawa, yang menggambarkan tentang seorang patriot bangsa yang memiliki sikap sombong.

Juga tari gatotkaca gandrung yang banyak dikenal masyarakat, yang menceritakan tentang sisi romantise dari Gatotkaca, dimana ia jatuh cinta pada Dewi Pergiwa.  Tari jayengrana, yang merupakan genre tari wayang khas Sumedang berkarakter sebagai satria ladak, dengan bertemakan peperangan. Seni karinding, yang merupakan alat music Sunda yang terbuat dari pelepah enau (kawung) atau bilah bambu. Dan bukan hanya tariannya, tapi juga kesenian yang sudah dikenal baik oleh masyarakat sejak 1910, yaitu Kuda Renggong, yaitu seni tradisional yang mengikut setakan kuda dalam tarian.

sumber gambar : www.google.com (edit canva)

Benar, bahwa Sumedang kaya akan potensi budaya. Selain itu Sumedang juga memiliki banyak tempat bersejarah. Rohaeni dalam jurnalnya (2018) menuliskan bahwa Sumedang memiliki 19 tempat atau bangunan bersejarah dan 11 benda pusaka sejarang yang dikoleksi di Museum Geusan Ulun, situs dan artefak, juga upacara-upacara ada dan seni yaitu ketuk tilu, bangreng, wayang golek, dan sebagainya.

Bukan hanya itu yang harus diketahui masyarakat luar Pulau Jawa bahkan luar Indonesia tapi juga harus mengenal dengan dekat potensi wisata yang ada di Sumedang. Barangkali ingin berlibur dan bingung mencari tempat wisata yang cocok, Sumedang punya banyak tempat yang bisa dengan mudah memikat wisatawan yang datang.

Sumedangkab.go.id melansir berita terkait jumlah pengunjung yang ramai mengunjungi objek wisata di Sumedang pada Juni silam, dalam peliputannya Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Sumedang, hari mengakui bahwa objek wisata yang baru beberapa hari dibuka melonjak naik, terutama pada hari sabtu dan minggu. Bahkan jumlah pengunjung disetiap objek wisata naik mencapai 30-40 % setiap harinya dengan memenuhi aturan protokol kesehatan.

Cukup tinggi bukan angkanya? Bahkan data (Statistik Daerah Kabupaten Sumedang 2013 dalam Shakti 2015) menghimpun data kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sumedang terbanyak yaitu pada tahun 2010 yaitu sebanyak 522.585 wisatawan, sementara kunjungan paling sedikit terjadi pada tahun 2013 dimana hanya terdapat 189.363 wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Sumedang. Tingginya wisatawan ini yang nantinya akan dapat membantu perekonomian sebuah kabupaten/kota di wilayah Indonesia.

Agaknya dengan tingginya peminat wisatawan ke Sumedang, memang tak lagi diragukan jika ingin berkunjung ke Sumedang, berikut rekomendasi pariwisata di Sumedang yang dapat kamu kunjungi untuk melepas penat saat liburan.

1.      Kampung Toga

Maka tak heran Kampung Toga menjadi kawasan wisata yang ramai pengunjung, selain karena lingkungan yang asri dan sejuk, juga merupakan wisata yang jaraknya hanya berkisar 2 km dari pusat kota. Kampung Toga yang memiliki motto “One Stop Adventure” ini merupakan rekomendasi wisata untuk wisatawan yang hobi bermain-main di udara, darat dan air. Suguhan yang tersaji juga bukan sembarangan, ada banyak kegiatan yang dapat memanjakan para wisatawannya, seperti paralayang, gantol, sepeda gunung dan outbond.

sumber gambar : www.google.com (edit canva)

Uniknya, Kampung Toga juga memiliki trainner profesional untuk para siswa yang ingin mengikuti pendidikan. Dan bagi pengunjung yang suka bermain-main di air Kampung Toga, juga disediakan kolam renang dewasa dan anak-anak dengan nuansa pegunungan, pemancingan di danau buatan, serta arena untuk kegiatan rafting. Di Kampung Toga, kamu lebih baik mengajak keluarga, atau teman-teman agar dapat menikmati setiap dari permainan yang ada di sini.  

2.      Agrowisata Kampung Nangorak

Wisata dengan ketinggian 800-1000 meter DPL ini hanya berjarak sekitar 6 km dari alun-alun kota Sumedang dan hanya membutuhkan waktu 1 jam untuk bisa sampai di agrowisata kampung Nangorak ini. Terbilang melelahkan untuk sampai di lokasi ini, tapi bagi pecinta alam dan penikmat perjalanan, apa yang dikeluhkan jika dengan menuju lokasi saja sudah disuguhi oleh pemandangan alam yang asri dan indah ini. Bukit yang diselimuti daun hijau, sawah yang terbentang luas, dan bisa melihat gunung Tampomas yang berdiri kokoh.

sumber gambar : www.google.com (edit canva)

Setelah sampai di lokasi, pengunjung bisa melihat dan ikut serta dalam aktivitas pertanian, perkebunan dan budidaya tanaman dari 250 jenis tanaman dan pohon. Kalau belum cukup puas, pengunjung juga bisa memetik buah strawberry secara langsung dan yang hobi memancing, tanpa repot kamu juga bisa memancing di kampung nangorak ini. Jadi, apa kamu berminat mengunjungi tempat ini?

3.      Wisata Alam Pangjugjugan

sumber gambar : www.google.com (edit canva)

Lokasi wisata alam pangjugjugan ini terletak di Desa Cilembu Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang. Desa Cilembu bukan hanya dikenal sebagai daerah penghasil ubi madu, tapi juga sebagai penghasil susu sapi. Dan seiring berkembangnya waktu, desa ini mulai dikenal sebagai daerah agrobisnis. Wisata ini menawarkan liburan alam untuk keluarga, dengan sengaja dijaga keasrian alamnya. Fasilitas yang disediakanpun terblang banyak, diantaranya playground, arena bermain anak lesehan ikan, lapngan futsal, flying fix, dan sebagainya.

Belum lagi sajian tempat kuliner yanga da di Pangjugjugan ini, dengan menawarkan makanan khas Sumedan dengan konsep lesehan membuat suasana makin hangat dan bersantai jadi lebih tepat karena bisa menikmati pemandangan yang begitu memanjakan mata. Data yang diambil dari Pengelola Wisata Alam Pangjugjugan tahun 2015 juga jelas tertulis bahwa pada tahun 2012 melonjak meningkat jumlah wisatawan sebanyak 95.290. Dan di tahun 2014 berjumlah 72.454 orang. Banyaknya jumlah wisatawan yang datang menunjukkan bahwa Pangjugjugan memang merupakan rekomedansi untuk kamu yang ingin liburan di Sumedang. Apa lagi yang kamu ragukan untuk berkunjung ke sini?

4.      Sumber Air Panas Sekarwangi

sumber gambar : www.google.com (edit canva)

Khasiat mandi dengan air panas sudah bukan rahasisa masyarakat Indonesia lagi, karena pada faktanya mandi dengan air panas memag berkhasiat untuk menghilangkan gatal-gatal, memperlancar peredaran darah dan yang banyak dipercayai masyaakat adalah mampu menghilangkan penyakit kulit. Sekarwangi menjadi salah satu rekomendasi untuk kamu yang ingin menikmati mandi dengan air panas di Sumedang. Tak perlu khawatir, akses jalan menuju Sekarwangi juga dapat dijangkau, dengan rute Sumedang – Conggeang – Buahdua. Dan jika ingin menginap, di sini terdapat juga tempat penginapan yang bisa dijadikan tempat bermalam selama liburan di Sekarwangi.

5.      Museum Prabu Geusan Ulun

Wisata yang satu ini merupakan wisata sejarah di Sumedang yang layak untuk dikunjungi. Wisata yang berada di Komplek Pendopo Kabupaten Sumedang ini telah ebrdiri sejak 1.705 hingga sekarang. Nama museum yang diambil dari nama Raja terakhir Kerajaan Sumedang Larang ini adalah tempat penyimpanan arsip masa lalu kerajaan Sumedang. Dalam museum, pengunjung bisa melihat ada empat koleksi kereta kencana yang pernah dijadikan kendaraan Kerajaan Sumedang Larang.

sumber gambar : www.google.com (edit canva)

Selain itu, di dalamnya ada Gedung Gamelan yang terdapat koleksi gamelan Sari Oneng Parakansalak, Sari Oneng Mataram, Degung Pusaka Sari Arum dan lainnya. Disudut lain juga terdapat banyak peninggalan sejarang seperti keris, pedang, senajta kerajaan terdahulu, dan Makuta Binokasih. Benda pusaka ini nantinya akan dicuci setiap bulan Mulud atau Maulid Nabi.

Dengan berkunjung ke Museum Prabu Geusan, pengunjung bisa menambah kecintaan kepada tanah air Indonesia karena telah mengenal sejarah daerahnya. Jika kamu ingin berkunjung kamu bisa berkunjung di hari biasa kecuali Senin dan Jumat. Soal biaya, tak perlu khawatir, dengan membayar Rp 5.000 kamu sudah bisa mengenal sejarah Kerajaan Sumedang Larang. Jadi, jangan lupa singgah untuk berkunjung di wisata sejarah ini, ya!!

6.      Wisata Situ Cilemba

sumber gambar : www.google.com (edit canva)

Objek wisata dengan warna danau kebiruan dan bening ini bisa membuat pengunjung yang pertama kali datang akan terpesona, loh. Bagaimana tidak, danau yang benar-benar berwarna biru ini bisa membuat kamu seperti berkaca di air, dan faktanya air situ atau danau yang seperti warna buatan, padahal benar-benar alami. Namun, untuk datang ke sini, pengunjung dilarang untuk datang pada hari Selasa dan Jumat, dan jika ingin ke Situ Cilemba, ada larangan pengunjung untuk mandi di sini. Meski begitu, kamu sudah cukup puas dengan keindahan danau yang sudah viral di media sosial ini. Apalagi kamu yang ingin mempercantik feed media sosial, tempat ini cocok sebagai rekomendasi.

7.      Curug Cinulang

sumber gambar : www.google.com (edit canva)

Wisata yang satu ini merupakan wisata air terjun yang juga menarik untuk dikunjungi. Air terjun kembar dengan ketinggian kurang lebih 50 meter ini berada di Desa Sindulang, Kecamatan Cimanggung, juga merupakan perbatasan antara Kabupaten Sumedang dengan Kabupaten Bandung.

Menuju Curug Cinulang, kamu harus melalui jalan raya Bandung ke Garut sampai Km ke 11, di sana kamu akan menemukan petunjuk arah untuk menuju lokasi Curug, dan jaranya 2,5 Km ke arah timur. Pastinya selain dengan bantuan papan petunjuk, kamu juga bisa bertanya langsung ke warga setempat. Indahnya Curug Cinulang, juga digambarkan dalam sebuah lagu yang dinyanyikan penyanyi Sunda bernama Darso. Lagu dalam bahasa Sunda itu menggambarkan bahwa betapa indahnya air terjun Curug Cinulang yang memiliki 2 air terjun kembar yang saling berdampingan.

 

Bagaimana?

Sudah mulai ada niat dan mulai persiapkan waktu untuk liburan dan bertamasya di Sumedang, kan? Bukan hanya 7 rekomendasi wisata di atas, sebelum berangkat pastinya kamu sudah mulai mencari informasi seputar wisata yang lain. Karena di Sumedang, kamu bisa temukan banyak jenis wisata, dan tak perlu khawatir. Kamu tak perlu banyak menguras kantong hanya untuk menikmati wisata di Sumedang, benar-benar solusi cerdas kalau kamu memutuskan untuk berlibur ke Sumedang. Jadi tunggu apa lagi, ayo kenali Sumedang.



Referensi

Barata Yoga, 2017. Pengembangan Atraksi Wisata Guna Meningkatkan Kunjungan Wisatawan

Di Kawasan Wisata Kampung Toga Kabupaten Sumedang. Universitas Pendidikan

Indonesia/repository.upi.edu | perpustakaan.upi.ed

Djuwendah Endah, Tuhpawana, dkk., 2018. Kajian Potensi Ekonowisata Dalam Menunjang

Pengembangan Wilayah Pada Sub DAS Cikandung dan Kawasan Gunug Tampomas

Kabupaten Sumedang. Universitas Padjajaran. Jurnal Agribisnis Terpadu. (Vol 11 No 1).

Rohaeni, Ai Juju, dkk., 2018. Penciptaan Cideramata Ikon-Ikon Wisata Sejarah Sebagai Upaya

Revitalisasi Budaya Lokal Kabupaten Sumedang. Bandung. Journal Of Urban Society’s

Arts. (Vol 5 No 2).

Shakti Muhammad, P., 2015. Evaluasi Penerapan Program Sapta Pesona Untuk Meningkatkan

Kepuasan Wisatawan Di Wisata Alam Pangjugjugan Kabupaten Sumedang. Universitas

Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Portal Berita Sumedangkab.go.id: https://sumedangkab.go.id/berita/detail/pengunjung-objek-wisata-merangkak-naik. Diakses pada Jumat, 11 Desember 2020 Pukul 20.01 WIB.

Portal Artikel tempatwisataseru.com: https://tempatwisataseru.com/tempat-wisata-di-sumedang/. Diakses pada Jumat, 11 Desember 2020 Pukul 23.18 WIB.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...