Langsung ke konten utama

IKHTIAR KITA MENCEGAH KEKERASAN PELECEHAN DI RANAH ONLINE

 


Indonesia selalu darurat akan kasus kekerasan berbasis gender (KBG) yang membuat perempuan ataupun laki-laki dari berbagai kalangan usia merasa ruang amannya mulai tergerus. Data Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menerima 892 pengaduan langsung hingga Mei 2020. 

Instansi pendidikan yang dianggap aman, faktanya juga merupakan tempat yang banyak terjadinya kasus kekerasan seksual, seperti pada survei yang dirilis Koalisi Ruang Publik Aman pada 2019 silam, menempatkan sekolah dan kampus di posisi ketiga tempat terjadinya kekerasan seksual setelah transportasi publik dan jalanan umum.

Setelah mewabahnya virus covid 19 di Indonesia, pemerintah mengimbau masyarakat agar melakukan beragam macam upaya, salah satunya adalah menjaga jarak fisik dengan menerapkan sistem Work From Home (WFH), dan pembelajaran daring bagi instansi pendidikan. 

Membuat pengguna internet, khususnya media sosial semakin meningkat. Berdasarkan data dari Hootsuite (We are Social) Januari 2020, pengguna media sosial telah mencapai 160 juta. Nilai ini meningkat 12 juta (8,1 %) sejak April 2019.

Sayangnya, angka meningkatnya pengguna media sosial juga dapat menimbulkan bertambahnya angka kasus kekerasan berbasis gender di ranah online (KBGO). Komnas Perempuan mencatat total KBGO sebanyak 354 kasus sepanjang Januari-Mei 2020 di semua ranah. Jumlah ini sudah lebih banyak dari total laporan pada 2019, 281 kasus.

Banyaknya jumlah kasus yang terjadi, menjadi ancaman keselamatan bagi para pengguna media sosial, apalagi kaum perempuan yang banyak disebut-sebut sebagai objek kekerasan seksual. Bagaimana tidak, KBGO yang aktivitasnya melanggar privasi pengguna media sosial dapat berdampak pada fisik, psikologis, sosial, ekonomi dan fungsional korban. 

Internet Governance Forum memaparkan bahwa KBGO mencakup perilaku penguntitan, pengintimidasian, pelecehan seksual, pencemaran nama baik, ujaran kebencian dan eksploitasi.

Bergerak bersama dalam mengkampanyekan pencegahan KBG adalah hal yang paling urgen di semua kalangan. Salah satu bentuk upaya melawan KBGO adalah dengan berikhtiar untuk tidak menjadi korban KBGO. Ialah dengan bijak bermedia sosial. 

Meski ada banyak motif yang tersembunyi oleh pelaku kekerasan pelecehan, seperti alasan politik, ekonomi, hubungan pribadi, atau hal lain, tak dapat dipungkiri bahwa faktor timbulnya kekerasan yang menjadi ancaman bagi korban adalah karena tak bijaknya kita dalam menggunakan media sosial.

Serangan dan ancaman timbul karena banyaknya identitas kita yang ada di media sosial seperti alamat lengkap, nomor KTP, nomor ponsel pribadi, tanggal lahir, dan sebagainya, membuat pelaku mudah melakukan aksi dengan menjadikan identitas korban sebagai subjek kekerasan.

Belum lagi banyaknya kasus dari akun-akun media lain yang mengirim gambar atau data berupa hal yang tidak senonoh. Ini menunjukka bahwa kekerasan yag bisa lakukan oleh siapapun dan kepada siapapun memang sangat membuat tak nyaman.

Adalah hal seperti tidak menuliskan sedetail mungkin masalah kita di caption atau status media sosial, tidak memposting gambar dengan pakaian terbuka yang dapat mengundang nafsu pelaku dalam melakukan kekerasan pelecehan, dan tetap bersama dengan banyak teman agar terlindungi dari beragam bentuk kekerasan.

Berikhtiar sebaik mungkin dalam bijaknya memakai media sosial, dengan bergerak bersama menjaga privasi di media sosial, kita bisa aman bersama. Upaya yang kita lakukan pun bisa jadi diikuti orang lain agar terhindar dari ancaman kekerasa pelecehan berbasis gender di ranah online.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...