Langsung ke konten utama

Siklus Persahabatan



Tak ada pengertian sahabat di sini. Jangan dicari. Sebenarnya, kalian pasti tau apa itu sahabat.

Saya ingin mengajak kalian untuk mengingat-ingat sosok yang pernah kalian sebut sahabat. Mulai dari TK, SD, SMP, SMA, Kuliah/Kerja, Menikah/sampai sekarang.

Jika sudah mencoba mengingat, renungkan dalam hati, kenapa kalian pernah menyebut sosok dia adalah sahabat. Apa dia yang kalian sebut itu berbeda orang? Atau cuma satu dua orang?

Begitulah sebenarnya makna sahabat. Kita tidak bisa menyebut banyak orang dengan sebutan sahabat. Begini kira-kira siklusnya kenapa kita menyebut seseorang itu sahabat.

Berteman biasa - menemukan kesamaan (sefrekuensi) - nyambung diajak ngobrol - bisa nampung curhat - nyaman - sering sama-sama (sahabat)

Memang semua tak jauh dari itu jalan siklusnya. Ada yang berawal dari saling ngebully seseorang, atau konyol berbarengan, belajar bersama, atau karena sering beriringan bersamaan.

Apapun itu, siklus persahabatan akan jadi berakhir karena kata 'perpisahan'. Ya entah karena sekolah yang terpisah, daerah tinggal terpisah, atau dunia yang memisahkan.

Semisal saya, yang berhasil punya sosok sahabat sejak TK hingga kuliah, pun berpisah karena sudah beda dunia. Move on dari sosok terdekat kita yang sefrekuensi dan ke mana-mana pun selalu sama, itu lebih sulit daripada ditinggal kekasih waktu lagi nyaman-nyamannya! Loh kok tau? Memang bener? Iya benerlah! Kalau mau bukti coba aja.

Sebegitu hebatnya kekuatan persahabatan itu. Saya pun agak heran dengan seorang yang lain pula yang saya sudah nyaman dengannya, menganggap mereka adalah sahabat saya. Ah tunggu, atau cuma saya yang menganggap seseorang itu sahabat saya? Oke beda cerita. Nah saya heran, kenapa tiba-tiba renggang dan seakan tak pernah terjadi apa-apa sebelumnya.

Kalau benar siklus persahabatan akan berakhir dari kata perpisahan, bagaimana bisa komunikasi tetap kalah untuk mengantisipasi adanya berakhirnya sebuah persahabatan? 

Kau paham? Singkatnya begini, hubungan persahabatan itu akan tetap terjalin jika komunikasi yang lancar. Begitulah.

Lalu, apa yang dikatakan sahabat itu harus sudah bertahun-tahun dengan kita? 
Apa sahabat itu harus selalu komunikasi dengan kita?
Apa sahabat itu selalu ada 24 jam dengan kita?
Apa sahabat itu manusia satu-satunya yang harus memahami kita?

Jawabannya, silakan jawab sendiri. Saya pribadi menjawabnya dengan tidak.

Ya saya juga sebenarnya agak bingung dibuat kata persahabatan ini. Saya beberapa kali menganggap "dia" sahabat juga butuh waktu yang lama. Kalau pun tidak dengan waktu yang lama, saya bahkan sangat nyaman dengan mereka yang selalu menjaga komunikasi dengan saya. Iya, mereka sahabat-sahabat saya.

Apa kita bisa bersahabat? Bisa! Jawabannya bisa. Walau kita tak saling berjumpa? Iya. Kita tetap bisa bersahabat. Lewat apa? Komunikasi antar sesama, dan komunikasikan ini semua kepada Allah. "Sehatkan orang-orang terdekatku ya Rabb,".

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...