Pernah suatu ketika, kau hadir tanpa diminta
Berkenalan tanpa lama
Bertukar fikiran hanya beberapa menit saja
Esoknya, kau hilang entah ke mana
Pernah suatu ketika, kau hadir lagi membawa tanya
'Bagaimana keadaan di sana'
Kujawab, 'Aku baik saja,'
'Kau tak bertanya kabarku juga?' kau malah minta ditanya.
'Kau sehat?' aku pun akhirnya bertanya.
Tak lama menanti kau sudah menjawab, 'Aku sehat, haha,'
Tak menahan, aku juga membalas tawa.
Enyah kau! Kau tak lagi mengirim pesan berjenis jawab, ataupun tanya.
Pernah suatu ketika, kau benar datang lagi tanpa malu.
Aku tetap menjawab tanyamu, dan perbincangan ini makin seru.
Tapi tunggu!
Sial, aku terjebak oleh halu, malah pernah rindu.
Pada orang yang sama sekali kutak tau.
Kau bahkan tak pernah sadar hal itu.
Kau datang hanya untuk jadikanku objek agar kau bisa berkenalan dengan temanku.
Aprilku, sungguh dirundung malu
Berkenalan tanpa lama
Bertukar fikiran hanya beberapa menit saja
Esoknya, kau hilang entah ke mana
Pernah suatu ketika, kau hadir lagi membawa tanya
'Bagaimana keadaan di sana'
Kujawab, 'Aku baik saja,'
'Kau tak bertanya kabarku juga?' kau malah minta ditanya.
'Kau sehat?' aku pun akhirnya bertanya.
Tak lama menanti kau sudah menjawab, 'Aku sehat, haha,'
Tak menahan, aku juga membalas tawa.
Enyah kau! Kau tak lagi mengirim pesan berjenis jawab, ataupun tanya.
Pernah suatu ketika, kau benar datang lagi tanpa malu.
Aku tetap menjawab tanyamu, dan perbincangan ini makin seru.
Tapi tunggu!
Sial, aku terjebak oleh halu, malah pernah rindu.
Pada orang yang sama sekali kutak tau.
Kau bahkan tak pernah sadar hal itu.
Kau datang hanya untuk jadikanku objek agar kau bisa berkenalan dengan temanku.
Aprilku, sungguh dirundung malu

Uuu so sad
BalasHapusWkwkkwkwkw
BalasHapus