Langsung ke konten utama

Banyak Kuah, Banyak Saudara



Jangan sedih, kalau dibilang banyak kuah, mereka cuma gak tahu, betapa banyaknya teman yang kita miliki hanya karena modal bertanya dan berbagi kisah.

Layaknya mi ayam bakso, yang tentu ada kuahnya. Kalau tak dikonsumsi, kuah akan tetap ada diantara banyaknya bahan lain ; bakso, sayur, ayam, dan lainnya. 

Belakangan disebut-sebut kalau orang yang banyak cakap merupakan orang yang banyak kuah. Ya tak bisa dipungkiri, orang yang banyak kuah memang sangat mengganggu keberadaannya diantara mereka-mereka yang sedikit bicara dan sedikit mendengar. Tampak monoton, kaku, dan memberi penglihatan tajam ke manusia si banyak kuah.

Sedangkan mereka, manusia kuah malah menyimpan tatapan sinisnya, dan diganti dengan melempar kuah-kuah yang lebih banyak dari biasanya. Paham?

Percaya atau tidak, manusia kuah sangat erat kaitannya dengan sebutan manusia yang selalu bertingkah gila, tak mementingkan image yang harus dijaga, dan tak suka dengan hal serius. Positif saja, mereka akan lebih banyak mendapatkan seorang teman.

Ilmu ini bisa disebut dengan ilmu berkomunikasi dengan manusia lain. Mereka, tak percaya dengan kata introvert, ekstrovert, atau apalah. Yang membuatnya harus memecah sebagian kelompok dengan nama dan label baru. 

Baginya semua manusia sama, hanya sedikit perbedaan, ia akan lebih nyaman berteman dengan orang-orang yang menerima dia apa adanya.

Di bawah, aku pun sedikit ingin berbagi, alasan kenapa ada manusia suka sekali berbicara, sampai disebut banyak kuah, yang padahal ia sendiri tak suka disebut dengan banyak kuah atau banyak cakap. Tetap saja, mereka harus bisa menyesuaikan sesuai tempat.

Ekspresi Diri
Bisa jadi dia tak bisa menulis, tak bisa lancar berbahasa inggris, tak ada bakat yang dimilikinya, ia hanya punya satu yang sedikit orang bisa memiliki dan kuasai, yaitu menjadi tempat curhat manusia lain. Baginya, itu prestasi. Karena dari situ, ia dapat leluasa mengekspresikan diri lewat mendengar, dan berbicara merespon si lawan bicaranya.

Tak sia-sia baginya menjadi si manusia banyak kuah. Asik-asik berbicara dan sapa sana-sini. Ah, sialnya, mereka disebut-sebut lebih beruntung. 

Kata seorang teman yang sedikit bahkan sulit berbicara dan berbaur dengan manusia lain, ia (manusia kuah) lebih hebat dan lebih banyak orang yang mengenalnya, daripada dirinya yang padahal orang pemegang jabatan di lingkungan universitas. Aseloleee.


Jujur
Tak jauh dengan mengekspresikan diri, mereka biasanya suka jujur. Apa itu jaga image? Apa itu jaga sikap? Apa itu menyembunyikan? Berpura-pura? Ah, menjauhlah. 

Manusia kuah tak suka hal itu. Ia lebih suka kejujuran. Bagaimana ia di depan teman gilanya, begitulah ia di depan orang yang disukainya. Fenomenal bahwa orang akan lebih kalem jika berhadapan dengan orang yang disukainya tak akan digunakan baginya. Tak lah mempan. Apa itu semua.

Jujur, suka tetap gila, aneh, dan dicari-cari saat yang lain tak melihatnya, karena ia tipikal orang yang selalu membikin guyon. Hebat, kan.


Banyak Teman
Siapa sangka mereka lebih banyak teman? Semua juga menyangka hal itu. Seorang ibu sedang duduk di depannya di dalam angkutan umum, ia menyapa dan sedikit mendengar keluh kesah ibu tersebut. 

Ketika hendak turun, sang ibu berkata ingin berjumpa dengan dia lagi. Ada kebanggaan sendiri, ia mampu menarik ibu tersebut nyaman jika berbicara dengannya. 


Ilmu menarik dan membikin orang lain untuk dekat dengan kita sebenarnya mudah, modal  mendengar dan berbicara, sudah membuat yang lain suka dengan kita. Tapi tetap, lihat kondisi. Ikuti suasana hatinya, jika seorang teman berkata serius, respon ia dengan serius. 

Jangan jadi si manusia kuah tapi benar-benar tak berfaedah. Sedikitnya, bermanfaatlah apa yang terucap.

Komentar

  1. Gayanya tolong di kondisikan :)

    BalasHapus
  2. Tiap mangkok bakso ada kalanya berkuah dan ada kalanya kering, mungkin karena mangkuknya bocor.

    Tiap orang dianugerahkan kelebihan yang tidak dimiliki orang lain, sama seperti kuah bakso tadi ya kan.

    Kalo pun bekuah, kasih kecap, saos, jadi enak dan sruput lama lama kering

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...