Sudah lama aku memendam, sudah lama pula aku berharap. Dan sudah sangat lama sekali aku menginginkan tanpa meminta. Akhirnya, tercapai. Terima kasih sudah peka atas sikap ku sejauh ini.
Sudahi drama ini!
Kenapa ada banyak orang yang suka mengkritik tulisan orang lain? Padahal kalau ditanya, sudah baca? Dia menggeleng. Kalau modalku mencukupi untuk memberi penghargaan bagi orang yang suka nya sok tau sama tulisan orang, sudah ku bagikan satu-satu pada kalian; barisan para netizen yang suka sok tau.
Lihatlah, belum sampai baris ini, bisa jadi sudah ada yang mengomentari judul ku ini. Langgeng sama siapa coba? Langgeng sama khayal? Sama mimpi? Dan sama kritikan tak mendidik dari kalian? What??? Haruskah aku meminta agar kalian mendoakanku untuk langgeng dengan hal-hal yang menghabiskan waktu seperti itu?
Aku jarang berceloteh dengan kalimat-kalimat seperti ini, seolah sedang marah, dan jika dipraktikkan, mungkin nada bicara ku sedang tinggi. Tidak, jangan menerka seperti itu. Aku sedang tersenyum. Hanya saja, aku memulainya dengan Bismillah sambil mengumpulkan betapa banyaknya unek-unek yang sudah aku simpan.
Aku begini sebab kalian. Dan mungkin kalian juga sama sepertiku, pernah merasa hal-hal seperti ini. Berada di posisi membosankan, diantara manusia-manusia yang seakan paling tau.
Sedikit saja, intinya tetap biasakan selesaikan bacaan. Jangan mau menilai bagaimana rumah orang lain, sedangkan kita hanya melihat di depan terasnya. Masuklah dengan sopan, jika dipersilahkan masuk, masuklah. Sampai sini, semoga paham, ya.

Uuunnncch
BalasHapusJangan lupa kunjungi blog abg ya hehe
BalasHapus