Sederhana saja, jika ingin dihargai, mari hargai siapa saja. Tak menutup kemungkinan itu adalah orang yang baru dikenal.
Menjadi orang baik dan yang memberi kesan pertama dengan baik terhadap orang baru merupakan keberkahan bagi kita. Tau mengapa? Karena kita telah menjadi orang baru yang masuk di kehidupannya dengan pembawaan yang disukainya.
Bukan diingat sebagai orang jahat yang memberi kesan buruk baginya, tapi kita diingat sebagai orang yang enak diajak berbicara, berdiskusi, dan pasti menghargainya.
Level menghargai manusia lain bukan langsung dengan memberi barang, atau selalu membela nya, atau hal lain. Tapi dimulai dengan memberi ekspresi baik terhadapnya.
Percaya? Kalau orang lain merasa dihargai saat kita telah memberinya senyum.
Percaya? Kalau orang lain merasa dihargai saat kita merespon dengan baik ketika ia bertanya.
Dan percaya? Kalau orang lain merasa dihargai saat kita berusaha nyaman berbicara dengannya? Padahal, dia orang baru, dan sebenarnya tak terlalu berfaedah berteman dengannya.
Percaya, kan?
Lihatlah, hal sederhana seperti itu bisa membuat kita baik di mata orang lain.
Kalau belum terlihat seperti apa dirimu, lihatlah ketika ber KKN, kau kah orang yang sering dibicarakan di belakang? Diacuhkan? Atau kaulah orang yang sering disebut dalam doa, karena kau memberi kenyamanan berteman dengannya.
Kalau posisinya kau tak percaya, silahkan coba. Bermain di zona yang bukan kamu. Karena, aku pernah begitu. Maka dapat ku bagi apa yang pernah ku buat dahulu. Saat bertemu dengan orang baru, mereka malah tak ada yang nyaman berteman denganku.
Dikenal dengan orang yang brandal, karena tidak ada orang baik yang berteman baik denganku. Oh ya, itu bukan sekali dia kali. Tapi berkali-kali, saat aku menjadi orang baru di antara manusia lain.
Akibatnya aku pernah menjadi sesunyi itu. Sampai lama kelamaan aslinya diri ini keluar, dan sudah bisa berteman dengan mereka. Lalu, mereka singkat berkata, "Dulu, kami gak ada yang suka liat kau. Sok kali mukakmu,". Begitu katanya. Kalimat yang sama juga ku dapat di tempat lain.
Solusi ku lakukan sendiri, untuk mencoba merasa paling ramah dengan orang lain, berusaha membuat kegilaan di antara orang-orang baru, berusaha nyaman berbicara dengan mereka.
Akhirnya? Aku langsung banyak menemukan teman baru saat aku bertemu dengan orang baru. Se simple itu, aku bisa merubah apa yang ada di diri ini sejak dulu.
![]() |
| Tersenyum, tertawa, bahagia, gila, tak penuh dusta. |
Ekspresi yang di kenal sok, sombong, songong, bisa ku tutupi dengan senyum. Maka dari itu, sekarang aku suka menyebut Yim(artinya Senyum).
Bahkan aku tak suka melihat orang menunjukkan ekspresi sok hebatnya, ekspresi tak menghargai lawan bicaranya, dan tak ada senyum.
Menjadi orang baik di antara orang baru itu mudah, kalaupun belum menjadi orang baik di antara mereka, setidaknya jangan jadi jahat di antaranya.
Jangan memberi kesan buruk terhadapnya yang kita tidak tahu, bahwa sebenarnya ia adalah orang yang doanya sering terkabulkan oleh Allah. Maka, berusahalah jadi baik.
#11


Komentar
Posting Komentar