Langsung ke konten utama

Menjadi Manusia Baik di Antara Orang-orang Baru

Sederhana saja, jika ingin dihargai, mari hargai siapa saja. Tak menutup kemungkinan itu adalah orang yang baru dikenal.  


Menjadi orang baik dan yang memberi kesan pertama dengan baik terhadap orang baru merupakan keberkahan bagi kita. Tau mengapa? Karena kita telah menjadi orang baru yang masuk di kehidupannya dengan pembawaan yang disukainya. 

Bukan diingat sebagai orang jahat yang memberi kesan buruk baginya, tapi kita diingat sebagai orang yang enak diajak berbicara, berdiskusi, dan pasti menghargainya.

Level menghargai manusia lain bukan langsung dengan memberi barang, atau selalu membela nya, atau hal lain. Tapi dimulai dengan memberi ekspresi baik terhadapnya.

Percaya? Kalau orang lain merasa dihargai saat kita telah memberinya senyum. 

Percaya? Kalau orang lain merasa dihargai saat kita merespon dengan baik ketika ia bertanya. 

Dan percaya? Kalau orang lain merasa dihargai saat kita berusaha nyaman berbicara dengannya? Padahal, dia orang baru, dan sebenarnya tak terlalu berfaedah berteman dengannya. 

Percaya, kan? 
Lihatlah, hal sederhana seperti itu bisa membuat kita baik di mata orang lain. 

Kalau belum terlihat seperti apa dirimu, lihatlah ketika ber KKN, kau kah orang yang sering dibicarakan di belakang? Diacuhkan? Atau kaulah orang yang sering disebut dalam doa, karena kau memberi kenyamanan berteman dengannya.

Kalau posisinya kau tak percaya, silahkan coba. Bermain di zona yang bukan kamu. Karena, aku pernah begitu. Maka dapat ku bagi apa yang pernah ku buat dahulu. Saat bertemu dengan orang baru, mereka malah tak ada yang nyaman berteman denganku. 

Dikenal dengan orang yang brandal, karena tidak ada orang baik yang berteman baik denganku. Oh ya, itu bukan sekali dia kali. Tapi berkali-kali, saat aku menjadi orang baru di antara manusia lain. 

Akibatnya aku pernah menjadi sesunyi itu. Sampai lama kelamaan aslinya diri ini keluar, dan sudah bisa berteman dengan mereka. Lalu, mereka singkat berkata, "Dulu, kami gak ada yang suka liat kau. Sok kali mukakmu,". Begitu katanya. Kalimat yang sama juga ku dapat di tempat lain. 

Solusi ku lakukan sendiri, untuk mencoba merasa paling ramah dengan orang lain, berusaha membuat kegilaan di antara orang-orang baru, berusaha nyaman berbicara dengan mereka. 

Akhirnya? Aku langsung banyak menemukan teman baru saat aku bertemu dengan orang baru. Se simple itu, aku bisa merubah apa yang ada di diri ini sejak dulu. 
Tersenyum, tertawa, bahagia, gila, tak penuh dusta. 

Ekspresi yang di kenal sok, sombong, songong, bisa ku tutupi dengan senyum. Maka dari itu, sekarang aku suka menyebut Yim(artinya Senyum).

Bahkan aku tak suka melihat orang menunjukkan ekspresi sok hebatnya, ekspresi tak menghargai lawan bicaranya, dan tak ada senyum.

Menjadi orang baik di antara orang baru itu mudah, kalaupun belum menjadi orang baik di antara mereka, setidaknya jangan jadi jahat di antaranya. 

Jangan memberi kesan buruk terhadapnya yang kita tidak tahu, bahwa sebenarnya ia adalah orang yang doanya sering terkabulkan oleh Allah. Maka, berusahalah jadi baik. 

#11

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...