Langsung ke konten utama

Kuliah Kerja Ngapain(?)

Yang suka plonga-plongo di posko, itu Kuliah Kerja Nyata atau Kuliah Kerja Ngayal? Kalau sedang ngayal, selamat. Kita sama. 


Awalnya, gemar kita mengatakan, Kuliah Kerja Nyata. Dengan embel-embel mengabdi untuk negeri. Semangat 45 melaksanakan KKN, karena langsung turun ke lapangan secara nyata. 

Bijak sekali kita, mengambil gambar topi, baju persatuan, buku panduan, dengan kata-kata motivasi di dalamnya.

Bertahan sebentar, caption di media sosial pun berubah. Pengumuman kepada publik pun berubah, bukan lagi Kuliah Kerja Nyata, tapi yang lain. Pasti kalian tau. Kalau kelompokku, ada beberapa. Seperti ini,

Kuliah Kerja Ngajar
Kuliah Kerja Ngeladang

Kuliah Kerja Ngeraon
Kuliah Kerja Ngaji

Kuliah Kerja Nyantai
Kuliah Kerja Ngolam

Kuliah Kerja Ngebucin
Kuliah Kerja Nangis

Kuliah Kerja Nggosip
Kuliah Kerja Ngegame

10 kepanjangan dari singkatan KKN itu mungkin juga banyak terjadi dibanyak kelompok KKN. Kesimpulan, sekarang kita Kuliah Kerja Ngapain?

Aku mengambil jeda beberapa hari, tak mengajar ngaji, tak membaca buku, tak ikut berkegiatan di luar, akhirnya aku masuk pada zona nyaman. Nyaman ya hanya tertidur. Sampai sekarang pun aku bertanya, aku ngapain? Jeda ku terlalu lama, sampai aku lupa. Apa kalian demikian?


Gatal tangan stalking beberapa akun ig kelompok lain, gatal telinga juga ingin mendengar cerita mereka di kelompok mereka, oh, mereka aktif sekali ternyata. Tapi itu sama saja dengan kami, yang membedakan, mereka begitu aktif. Hanya aku barangkali yang tak terlalu peduli wkwk.

Ber KKN ria itu memang menjadikan kita merasa senang setiap hari, apalagi kalau sudah sesi berkelana bersama. Lingkungan kami, banyak sungai, banyak wisata air-air. (Bukan paret, karena di sini ga ada paret). 

Jadi di sini manusianya yang doyan ke sana ke mari, bukan sedang berpura-pura bahagia, tapi memang bahagia. Sebab bercampur dengan alam itu sangat nikmat.


Tugas mereka yang belum ber KKN saat ini bertanya, "Kak, di sana ngapain aja?," "Kak, sehat di sana kan? Gak makin kuruskan?," Aduh, terlalu jujur aku menjawab. 

Aku menjawab sedang tidur, sedang bermain, dan selalu makan. Merekapun tak bisa di salahkan, berucap "Jadi gak sabar pengen kakaen,".

Bersabar sedikit, ya. Untuk yang sudah ber KKN, terima kasih telah memberi citra yang enak dipandang selama kalian KKN, akupun mengikut. Di sini, kami bersenang-senang.

#5

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...