Langsung ke konten utama

Jangan Lupa Visi Misi KKN!

 Semua memang dengan aturan. Dan dengan panduan. Tanpa panduan, kita buta. Apalagi kalau pelupa, dan hanya seorang pemula.

Keyword: pelupa dan pemula. 

Ya jangan ribet-ribet menuliskan visi misi pribadi sebelum KKN. Macam visi misi organisasi, komunitas, atau visi misi KKN yang dibuat oleh kampus sendiri. Jadi kenapa begitu perlu membuat visi misi KKN? 

Kali ini aku membagikan sedikit visi misiku, padahal, ada banyak yang tak ku buat. Sampai aku terlena karena tidak menjalankannya. 

Jauh sebelum KKN, aku sudah memasang misi, diantaranya untuk menjadi yang paling pendiam, mengurangi waktu tidurku, tidak telat makan, dan istikamah salat subuh di masjid.


Aku memasang target itu, dan alhamdulillah semua terjalankan walau belum selesai. InsyaAllah. (Ujung-ujungnya pamer).

Itu contoh kecil. Kesalahannya, aku tak merancang apa yang harus ku buat. Misal, program apa yang harus ku buat di sini. Seperti program yang berbau fisika. Atas sebab ini kalau temanku bertanya "apa progja pribadimu?" Aku cuma bisa jawab, makan dan tidur tepat waktu.

Untuk manusia sepertiku, yang sering lupa, dan suka dengan adanya planing tertulis, lis apa yang harus dikerjakan, memang sangat menyedihkan jika tidak punya aturan sendiri. Maka perlu kita visi misi sendiri.

Sesederhana itu aku menulis bagian ini. Nampak sekali makin tak menggunakan hati karena sudah mendekati akhir KKN. Terima kasih dan maaf. Jangan lupa menulis visi misi. 

#09

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...