Ternyata asli ku tak sekeren itu, malah terlihat beloon. Sesekali memang perlulah berubah jadi bunglon. 

Tak bisa disangkal bahwa benar aku si tukang pengkhayal ini, dan si hobi tidur juga makan ternyata sedang berusaha menjadi bunglon. Kalaupun bukan bunglon, pastilah yang lain. Yang jelas menyesuaikan diri terhadap lingkungan.
Mata kuliah KKN ada pro dan kontra nya. Dan kalau selalu ambil sisi positifnya, pastilah banyak. Salah satunya mengajarkan kepada kita bagaimana agar pandai menyesuaikan diri terhadap lingkungan. Lewat KKN, akan banyak perubahan yang sebenarnya kita sadari. Kau tau apa saja itu contohnya?
Orang yang pendiam, pemalu, tiba-tiba harus menjadi seorang guru. Berbicara di depan murid-murid. Berlagak pandai, lebih memahami dan bahkan sok asik. Juga menjadi sosok yang seharusnya adalah motivator bagi mereka. Sedang menyesuaikan diri, kan?
Adapula orang yang tak suka dengan anak-anak. Dalam artian, ia tak pernah begitu dekatnya dengan anak-anak, selalu tak sabar jika berkomunikasi dengan bocah-bocah yang hanya tahu bermain.
Tapi, keberadaan kita di tengah-tengah mereka menuntut kita untuk menyukai anak-anak. Tiba-tiba saja berubah jadi sosok yang berjiwa keibuan, harus menyayangi siapa saja bocah yang mendatanginya.
Ah awalnya aku menganggap ini kesialan bagiku, karena bocah yang ku maksud memang selalu bermanja ria terhadap siapa saja mahasiswa KKN yang dilihatnya.
Aku, sedang berpura-pura nyaman dengan mereka, memeluk mereka saat marah,
menutup mata mereka saat terjadi pertengkaran, agar mata kedua pihak tak saling beradu pandang,
memanggil mereka dengan sebutan sayang, dan menjadi sosok umi yang sesungguhnya sepanjang hari bagi mereka.
Sampai aku pun nyaris lupa, kalau aku sedang berpura-pura.
Kita, adalah bunglon yang sedang berusaha menyesuaikan diri, kan?
Ada pula yang suka nya kebisingan, apalagi dalam hal berdiskusi. Ialah sosok yang ingin semua orang mengetahui siapa dirinya, ialah sosok yang acapkali memberi pendapat, saran, dan kalimat yang sebenarnya itu-itu saja.
Dan di sini, lewat forum itu, ia sedang berusaha menyesuaikan diri terhadap temannya. Mungkin dalam hatinya menggumam, bahwa bukan hanya dia manusia yang bisa bebas memberi pendapat.
Dan bukan hanya dia manusia yang harus didengarkan. Kadangkala, dia juga harus mendengarkan. Begitu, kan?
Lagi dan lagi. Semua dari kita adalah bunglon. Sesekali berubah menjadi warna kelam saat berada di ruang gelap. Menjadi lebih berwarna berada di lingkungan yang ber aura positif. Dan menjadi samar saat kita sudah hilang arah.
Apapun itu jenisnya. Tetap saja menyesuaikan diri itu sangat penting. Kalimat "jadilah diri sendiri" itu memang benar, hanya saja jangan egois saat kita tak seharusnya menjadi diri sendiri dalam keadaan tertentu.
#06


Komentar
Posting Komentar