Langsung ke konten utama

Perhatikan 4 Hal Ini Pra Traveling


NB: Netizen berhak berkomentar, tapi ini versi saya. Jadi, jangan banyak komentar:v
***
Traveling menjadi salah satu hobi yang dimiliki setiap orang. Terlebih para anak muda yang membutuhkan refreshing. Traveling bukan hanya sebagai pelepas penat dan ingin jauh dari ramainya hiruk pikuk kehidupan kota, tapi juga memanjakan mata dan diri terhadap daerah baru yang akan dikunjungi.
     
Untuk orang yang doyan traveling/melakukan perjalanan, tentu harus menyiapkan segala persiapan. Dan perlu diketahui, melakukan perjalanan tidak harus pergi jauh melalang buana ke tempat yang benar-benar jauh dari posisi kita, menyusuri daerah kita sendiri juga sudah dikatakan melakukan traveling, loh. Ibarat kata, Ngapai main jauh-jauh, kalau daerah rumah sendiri belum pernah dijajaki. Tapi di sini kita bukan ingin membahas cara atau trik jitu berhasil melakukan traveling di daerah sendiri, tapi ini soal persiapannya.

Hal paling utama untuk seorang traveler pasti menentukan jadwal, kapan akan berangkat, dan kapan akan kembali. Pastikan jadwal terlebih dahulu, sesuaikan dengan hari libur, kalau libur panjang, pilih destinasi yang jauh. Dan jika libur hanya beberapa hari saja, lakukanlah perjalanan terdekat. Juga, jangan lupa sesuaikan destinasi dengan budget yang kita miliki. Ohya, penentuan jadwal harus benar-benar di fix kan. Agar tak hanya jadi wacana ehew.

1.      Jangan Bawa Banyak Barang
“Masa cuma bawa tas, mana cukup. Kan mau ke Bali.”
Monggo deh kalau mau bawa koper gede. Kan itu sesuai destinasi yang akan di kunjungi. Kalau cuma jalan-jalan ke tempat dekat, ngapain bawa banyak barang. Walau kita bermalam di sana, tetap saja, harus sesuaikan barang apa saja yang akan kita bawa. Pakaian secukupnya, obat-obatan, kamera, makanan, atau yang lain yang benar-benar dibutuhkan.

Packing barang juga harus rapi, dan memang harus kreatif untuk menempatkan barang yang akan dibawa ke dalam tas/koper. Jangan asal masuk, beda tu nanti massa nya ehe. Jangan lupa makanan tetap di letakkan pada bagian atas.

2.      Jangan Sendirian
Kalau suka jalan-jalan sendiri ada banyak hal yang harus dipertimbangkan. Kalau ga suka ramai-ramai bersama teman, tetap bawa teman, teman hidup misalnya, tapi harus sudah halal. Begitu. Nah tau sendirikan jalan-jalan bersama teman itu memang sangat diperlukan. Apalagi bagi kalian yang suka ngerasa kesepian, udah kesepian, jalan-jalan sendirian, dahlah, bisalah kesambet tu. Ajak teman-teman yang bersedia jalan bareng kita, teman kuliah misalnya, teman satu kantor kerjaan. Tapi tetap ya, ingat batasan.

3.      Sesuai Budget

Jangan jauh-jauh dah kalau memang gak punya duit. Harus sesuaikan perjalanan dengan budget. Beneran, memang bukan melulu soal uang, bahagia juga gak harus banyak uang. Tapi ingat juga, kita gak bisa jalan-jalan jauh kalau gak ada uang. Kecuali ada yang gratisan. Perhatikan kendaraan kita, low budget jangan nekat cari kendaraan yang mahal. Makan pun demikian. Lakukanlah traveling senyaman mungkin, dengan budget yang tak membuat kita harus menguras dalam-dalam kantong kita.

4.      Back To Nature
Kembali ke alam, rekomendasi deh jalan-jalan untuk tipe orang yang gak bisa dengan keramaian, yaitu jalan ke alam terbuka, misal mendaki gunung, jelajahi hutan, pantai mati, atau tempat lain yang bisa membuat mata dan diri kita jadi tenang. Dan jangan lupa, manfaatkan yang ada. Kalau ingin minum, lihat sekeliling, ada sesuatu yang bisa diminum dengan gratis kah, atau dengan harga yang lebih murah. Jangan mencuri intinya. Kalau memang gak ada pemilik, mohon izin dan mohon maaf ke Allah.

Nah selain itu jangan lupa jaga lingkungan sekitar kita. Misal kalau ada sampah, jangan gengsi untuk mengambil dan membuang nya ke tempat sampah. Ada tanaman, jangan segan untuk menyiramkannya, dan harus tetap jaga etika kalau jalan-jalan di alam.
***
Ada banyak lagi yang harusnya diperhatikan, tetap ya, untuk kamu yang Muslim, kalau bisa cari destinasi yang ada masjid/mushola nya. Kalau tidak, ya harus siapkan alas terbaik untuk salat dan jangan lupa kompas untuk menunjukkan arah kiblat. Jangan ngasal-menentukan arah kiblat. Dengan tetap mengingat Allah, insyaAllah perjalanan kita tidak dibersamai dengan setan, walau ada aja godaannya. Dengan berjalan-jalan, kita juga bisa menyadari keindahan yang di berikan Allah terhadap alam ini, maka, nikmat Tuhan mana lagi yang akan kau dustakan?
Sampai jumpa di tip yang lain.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...