Langsung ke konten utama

Alumni Terhormat#Bang Beng


Edisi Nulis Hati-Hati sambil Flashback.
Takut Salah Tulis.
Juga sambil mikir, beliau ingat gak ya(?)


Matanya awas memandang. Ucapannya kejam didengar. Pun seorang wanita di sebelahnya. Tak jauh beda, keduanya masih tetap semangat hingga membuat yang ada di depannya menjadi takut. Tepatnya, takut kena tabok karena ngelantur.

Q         : Apa hubungannya Fisika sama Jurnalis?  Coba hubungkan dulu.

A          : Ya hubungannya ada, untuk mencari Usaha (W), harus mengalikan antara Gaya (F)  dengan Waktu (s). Gimana saya nanti bisa membuat gaya ilmu Fisika dengan pembawaan saya yang mumpuni bergaya dibidang jurnalistik. Juga gimana saya bisa membagi waktu antara Dinamika yang ada di UIN Pancing dengan kuliah saya di UIN Sutomo.

Mereka pun tertawa.
Kurang lebih bahasa saya seperti itu. Kenapa saya masih ingat? Karena kejadian ujian interview sebelum masuk ke Dinamika langsung saya ceritakan dengan teman saya, dan terjadilah masih berbekas ingatan menyedihkan itu. Betapa bodoh dan tak bijaknya saya menjawab pertanyaan itu.

Pertanyaan yang harusnya cuma ada dua jawaban, antara ya dan tidak. Oh Isma, tinggal bilang tidak ada hubungannya, malah membikin malu dengan mencoba memaksakan menyangkutkannya dengan W=F.s. Tingkah aneh itulah yang saya lakukan dihadapan mereka, Bang Bembeng dan Kak Amel. Alumni Dinamika:")

Kemarin ketika beliau (Bang Beng) meminta dituliskan tentangnya, saya mikir, Apa lah yang mau diceritakan. Malah ia meminta minimal 500kata. Mulai diingat-ingat ternyata saya juga punya cerita pahit. Interview yang memalukan. Tentu beliau tak ingat.

Mau gimanapun, itu masa lalu. Masa ketika saya ditertawakan tidak tahu nama Rektor-_ ampun. Sejak kejadian di pos itu, saya jadi pesimis dan yakin kalau saya tak akan bisa diluluskan. Selesai sampai di situ, saya memang tak dekat dengan beliau, entah karena saya yang kurang peduli dan kurang ramah terhadap alumni, atau karena beliau jauh di Jakarta sana yang menjadikan alasan saya tak dekat dengannya.

Tulisan ini juga sebagian dari sejarah saya aktif ngeblog. Wkwk. Di grup keluarga dinamika alumni yang bernama Bang Bembeng mengirim informasi bahwa ia akan mengadakan event ngeblog Ramadan. Sampai 29 hari-_ ya isengnya saya ikut. Tapi saya curhat ke beliau kalau blognya itu tak aktif. Bahkan digunakan untuk post tugas kuliah aja:v
Ini tema darinya
 Dapatlah saya semangat darinya untuk tetap ikut event ini. Tak lama, saya digabungkan dalam grup. Saya pun heran, kenapa ini semua alumni dinamika. Dan kalian tau, mereka-mereka itu yang tulisannya gak diragukan lagi, ada bang Indra,  bang Almik, almarhum bg Azwar, kak Lita, kak Mila. Aduh banyak deh.

Lalu, saya?  Cuma kru yang sok-sok ikut event nulis. Yang penting blog saya bisa terisi, itulah pemikiran awal.

Setiap harinya, dapat remind di grup, untuk segera menulis. Lambat laun, 29 haripun berlalu, ada pengumuman dari Bg Beng, eak. Bg Almik dan saya menang. Ya karena kami yang istikamah. Hahaa.


Akhirnya, sayapun punya rasa tanggungjawab. Untuk lebih bisa aktif di blog. Semua ilmu ini dan semangat ngeblog bermula dari beliau, sosok hebat alumni Dinamika. Bang Beng. Jasamu sungguh terkenang. Haha.

Lalu, bagaimana selanjutnya? Perihal kesan, saya anggap beliau cuek. Wkwk. Buktinya? Kami peserta 29hari ngeblog Ramadan 2018 disuruh ngefollow akun ignya. Lalu saya follow, dan kau tau? Beliau baru dapat hidayah untuk mem follback saya kemarin ketika saya ingin unfoll orang-orang yang tak follback saya. Hahaaa.

Malah, beliau yang meminta untuk dituliskan tentangnya di blog amatir ini. Apaan coba-_ tapi tak apa. Intinya saya mau memperkenalkan masternya blog ke kalian.

Kenalkan sekali lagi, akrab dipanggil bang Bembeng, dia alumni Dinamika angkatan sekian. Orangnya ternyata ramah, banyak ilmu, pekerja keras di kota orang, tapi jangan terlalu mengakui dia baik, karena ternyata dia tak suka dianggap baik. Beliau lebih nyaman disebut jahat, dan dia; yang membuat semangat saya ngeblog makin memuncak. Terima kasih bang^^ saya terharu. Semoga tahun ini ada lagi 29hari ngeblog😂

Jangan lupa kunjungi blognya, tulisan beliau MasyaAllah. Mengandung ilmu semua, tak seperti blog amatir ini. Iya ini, yang sedang kalian baca. Hahaaa

Komentar

  1. Wah terharu. Semoga tetap istiqomah menulis ya dimanapun dan media apapun itu. Karena tulisan yang bermanfaat dan berisi pesam positif akan abadi selama masih dapat dibaca orang. Good job sis

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...