Langsung ke konten utama

612 Kata Bersama Isma



Kemarin ada yang mau berkenalan, lalu aku menjawab, “Pantengi blog saya,”. Dan dia malah nanya, “Blog itu apa?,”, ringan tanpa takut, aku menjawab, “Blog itu tempat saya menulis semua tentang kita,”.
Saya Isma Hidayati, biasa dipanggil Is atau Ma. Kalau SMA banyak yang manggil Ism. Udah kuliah malah ada yang manggil Kecap. Tak istikamah, ada lagi yang memanggil Yim. Kalau dirumah kadang ayah manggilnya Tuti (tukang tidur). Oke siap saya terima semua panggilan itu. Intinya saya suka masih ada orang yang memanggil saya, walau manggilnya cuma untuk bilang, “Ma, pinjam pulpen dong,”.

Saya lahir 22 Juni 1998, gak tua-tua amat kok ya. Saya PUJAKESUMA, putri jawa kelahiran sumatera. Yaa tapi entah kenapa wajah saya yang mencerminkan keanggunan ini malah dianggap sebagai orang batak. Entah apa yang membuat orang selera mengatakan saya batak. Kau anak batak, apa setuju kalau saya menjadi bagian dari kalian? Eak kode ke anak batak hahaa.

Kau boleh menebak hobi saya, dari penjabaran saya berikut ini. Saya gampang laper, pantang dipancing untuk ngopi, saya kemana-mana bawa buku kecil dan pulpen, kalau tak ada, saya sediakan note handphone saya. Saya membawa buku kemana-mana, kalau tak bawa, saya biasanya memfoto isi buku, dan membacanya dimanapun.

Saya suka duduk ditempat sepi, dan berkhayal, semua khayalan saya tak pernah berfaedah. Saya suka jalan-jalan, dan suka senyum-senyum gitu. Kalian yang dekat saya pasti tau, saya pantang untuk menahan tidur, karena itu memang tak bisa saya lakukan. Lagi dikereta juga saya bisa tidur dengan sendirinya.

Cukup. Apa hobi saya? Hobi makan? Travelling? Tidur? Nulis? Atau apa yang pertama kali tersirat difikiran kalian? Intinya, hobi saya adalah melakukan banyak hal yang saya sukai. Haha apaan sih. Udah panjang-panjang juga.

1.      Nomaden
Pernah belajar sejarah? Nah kalau pernah bagus, nomaden itu artinya berpindah-pindah tempat. Sejak saya kecil, saya sudah berpindah-pindah rumah. Usia 6 tahun saya pindah ke kampong yang namanya Pulo Jantan di daerah Kabupaten Labuhanbatu Utara. Dan ketika kelas 2 SMA, saya pindah ke Kampung Baru Janji di daerah sana jugalah. Udah kelas 3 SMA, wah saya pindah lagi ke rumah saya dulu yang di Pulo Jantan. Menarikkan?

Belum selesai, karena saya juga suka pindah sekolah, kalau kelen riwayat sekolahnya ada 4 (plus kuliah), kalau saya, ada 7 yeee. TK, SD, SD, SMP, SMA, SMA, Kuliah. Indahnya jadi saya, yang selalu bertemu dengan lingkungan baru zzzz. Muak sih.

Ohya, selain itu, saya juga sering pindah kontrakan. Di medan ini, setiap tahun saya pindah rumah, sudah 3kali sih, dan ini sedang cari-cari rumah lagi. Haha. Jadi orang baru tak semudah yang kalian bayangkan. Hmm.

2.      Karakter
Gimana kali sih karakter yang namanya Isma ini, kalian dekat sama saya? Tau dong sifat saya gimana. Kalian anggap saya serius amat orangnya, artinya kalian belum dekat dengan saya. Kalian anggap saya suka jaim depan orang-orang? Artinya kalian masih sebagai orang baru yang ngeliat sampul diri saya begini.

Saya orangnya suka aneh(ini kata orang). Tau dah aneh dari mana. Suka senyum-senyum, suka ngerendah. Ya sampek kesalnya ada yang pernah bilang, “kok adalah orang kayak isma ini, aneh, ribut, gak ada seni perempuannya,” asiappp. Saya selalu pura-pura tak dengar kalau sudah dibilang begitu.

Soal karakter kita perlu duduk bareng kayaknya haha. Biar kelen tau saya ini gimana. Eh tapi gini-gini saya juga bisa memotivasi orang ya. Memotivasi biar jadi absurd juga haha.

*****
Gak usah terlalu banyak, ya belum tentu kan lu pada baca sampek habis. Kan ini ditujukan buat yang mau kenal saya, buat kalian yang gak tau saya gimana, ya bisa dong baca ini. Apalagi buat kalian yang pengen tau saya gimana, pantas gak untuk dijadikan calon *titt. Boleh nih. Haha. Masih banyak sesi tulisan absurd saya, sabar menanti, jangan pernah menyesal membaca kisah-kisah saya. Kamu adalah orang special. Mari Yim^^


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...