Langsung ke konten utama

Mahasiswa dengan Seribu Cakapnya

sumber: google.com

Udah berapa tahun jadi mahasiswa? Udah berapa banyak cakap yang dikeluarkan? Imbasnya positif atau negatif?

          Itu hanya sedikit pengantar. Sudah pahamlah ya apa yang mau ditulis. Sebenarnya entah apa hal yang ingin dibahas disini, tak terpacu. Hanya ingin tuturkan dalam tulisan ini sebagai sentilan atau sindiran halus untuk kita semua. Terkhusus kalian, mahasiswa seribu cakap.
Kenapa seribu cakap? Seperti apa itu? Mari selesaikan bacaan.

1. Sukanya ngedumel dibelakang
         Kelen kalau gak suka sama kampus, sama fasilitas yang disediakan kampus, jangan banyak cakap dibelakang. Yang bilang ini itula , sana sinila, tapi pas ada wadah untuk ditemukan sama pihak yang berwenang tak mau kelen. Atau gak ada gitu inisiatif kelen untuk jumpai pihak atasan secara langsung?

2. Ngeremehkan aktivis kampus
         Ngapai ajala kerjaanmu diorganisasi itu, kenapala mau kali kau disitu. Apalah untungnya samamu. Udah berapala uangmu keluar demi ikut ini itu? Jangan fokus kali yang organisasi itu.
Besok-besok kalau ada yang nanya gini lagi, jawab aja, Urusanmu apa? Itu kalau dia nanyanya ngotot, kalau dia temen baik kita, sekedar mau tau kegiatan kita, jawab aja.
           
           Sekarang begini, kenapalah mesti ada sebagian orang yang suka sakit kepala sendiri ngeliat anak organisasi karena sibuk kali. Yang yang penting sibuknya bukan sibuk ganggui hidup kelen. Jadi gak usahla sibuk. Ada lagi yang selalu nyalahkan, misalnya tugasnya dia gak siap, atau dia cuma nyontek aja. Atau dia gak aktif dikelas.

           Coba ulas balik, apa kalian tidak demikian? Mereka yang berorganisasi kebanyakan sadar, bahwa mereka masih butuh ilmu diluar. Terkhusus aku, orang yang tak puas dengan ilmu, dikelas saja? Tak cukup bagiku. Kelen ga jauh beda sama mereka yang suka nyontek. Dan kalian kenapa ngerjakan tugas dikampus? Kegiatan kalian diluar ngapai? Jadi ga usah sibuk. Intropeksi diri sendiri bisa kaga?

3. Komplin banyak tugas
           Poin ini nih, banyak teman yang begini, banyak.an pun tugas, wiss gilak.an pun bapak itu ngasih tugas. Dan begitulah kiranya. Percaya atau tidak, orang yang banyak komplin itu orang yang paling khawatir tugasnya ga siap. Haha. Jadi, intinya kalau ada tugas kompleinnya didetik itu aja. Ga usah berhari-hari. Capek sendiri dong ya gerutunya berlarut larut, eh faktanya malah paling sibuk ngerjakan tugas, melebihi mahasiswa gacok dikelas.

            Itu aja kaliya poin poinnya. Banyak lagi memang, tapi jabarkan aja sendiri diblog kalian, atau kasih komentar, biar kita tambahi haha. Oh iya kalau sudah baca, maaf ya. Mungkin penuturan kalimat rada kasar, tapi sebenarnya niatnya nulis ini baik kok. Terima kasih dan maaf. Mari Yim^^

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Sikap diDepan Kue Raya

Ada istilah, orang zaman dulu dan orang zaman sekarang. Kalau orang zaman dulu tandanya dia sudah tua dizaman sekarang. Dan orang zaman sekarang, dia sudah modern, tidak seperti orang zaman dulu yang dikenal kuno. Dalam tradisi hari raya idul fitri, juga sering terlintas kalimat yang barangkali tak sengaja ditutur " Dari tahun ketahun ini aja kuenya". Tak perlu menggeleng, ini hanya untuk yang sependapat denganku. Hal yang ditunggu bagi orang yang halal-bihalal selain THRnya, ialah melihat kue-kuenya. Yang tersaji diatas meja dengan sajian unik diatas tempat kue. Entah itu tempat kue kaca, ataupun plastik. Kalau kalian semodel atau sesikap denganku, apa yang pertama kalian lakukam ketika sampai ketempat saudara atau tetangga? Aku menjawab, aku akan membuka semua tutup tempat kue yang ada didepanku. Itu sudah ku anggap tradisi setiap datang kerumah-rumah. Sejak kecil, kebiasaan itu terus terjadi sampai aku dewasa seperti ini. Bukan perihal aku doyan dan aku memakan semuany...

Bukan Sekadar Maaf

Lebaran, merupakan klimaks nya umat muslim disaat bulan ramadan. Banyak hal yang sudah dilewati setiap muslim selama berpuasa. Dan perihal ibadah selama dibulan ramadan, mari kembalikan kepada Allah. Jika membahas soal lebaran, apa yang tersirat selain baju baru, thr, dan mudik? Benar, itulah tradisi bermaaf-maafan. Aku pernah bertanya kepada seorang temanku, kenapa dia kemaren meminta maaf atas semua kesalahan yang ia perbuat terhadapku, namun setelahnya ia kembali lagi membuat kesalahan yang itu bukan tanpa disengaja. Kenapa? Dan dengan singkat dia menjawab,  "Kan kemarin lebarannya". Aku terdiam,  dan hanyut pada kebingungan. Sampai sekarang, aku tak pernah lagi menanyakan hal demikian kepada temanku yang lainnya. Malah yang ada, aku takut mendapat kalimat demikian lagi. Kalau soal lebaran, dalam islam juga dikatakan bahwa lebaran itu mempertandakan bahwa kita umat islam akan segera kembali ke fitrah. Tanda bahwa kita akan menjadi muslim yang baru. Maka dari itu semua ...

Perempuan, Aku Tau Kita Rumit. Tapi Jangan Menyusahkan.

Benar-benar lelah harus bagaimana merespon perempuan.  Benar-benar kesal bagaimana bertanya tanpa menyinggung perempuan.  Benar-benar heran bagaimana menjawab tanpa menyakiti perempuan.  Dan benar-benar letih, bagaimana sebaiknya bersikap di atas kata Hargai Perempuan. Tapi,  "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat: 13) Bukan hanya perkara berpasangan dengan perempuan, tapi hubungan dengan ibu, teman, saudari, keluarga perempuan, pasti selalu menemukan hal-hal yang bikin, "Segitunya jadi perempuan". Siapapun, kita butuh perempuan. Siapapun kita butuh sosok ibu. Siapapun, kita butuh kita menjadi perempuan yang benar-benar paham akan kodrat, tanggungjawab, dan sebenarnya tak...